Berita Pangkalpinang

Ketua Paguyuban Suku Beberkan Kondisi di Bangka Belitung: Aman Tapi Jangan Lengah

Ketua paguyuban seluruh suku di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H. Husain Karim menyampaikan perihal hubungan antar suku di Bangka Belitung.

Ketua Paguyuban Suku Beberkan Kondisi di Bangka Belitung: Aman Tapi Jangan Lengah
istimewa
Dialog kebangsaan menguatkan Pancasila dan menangkal Radikalisme yang di laksanakan oleh pergerakan mahasiswa Islam Indonesia dengan mengangkat tema 'Menangkal dan Mewaspadai perpecahan, serta tetap menjaga kedamaian dan Keragaman di Bangka Belitung', Sabtu, ( 7/9/ 2019) di BOC (Bangka original Cafe) Pangkapinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua paguyuban seluruh suku di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H. Husain Karim menyampaikan perihal hubungan antar suku di Bangka Belitung. Suku-suku di Bangka Belitung masih kondusif dan aman, namun hal ini jangan membuat lengah.

"Pengamanan di Bangka Belitung mulai dari pilpres saya nyatakan aman namun kita tidak boleh lengah yang akhir-akhir ini di luar Babel banyak kejadian keamanan bisa dicapai apabila kita semua TNI, Polri hingga masyarakat bersama sama menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila harga mati," tegas H. Husain dalam rilis yang diterima bangkapos.com dari LPM Mahasiswa STAIN Syeik Abdurrahman Siddik, Babel, Sabtu (7/9/2019)

"Paling penting kita harus mengantisipasi kejadian orang luar masuk ke Babel yang merupakan tanggung jawab kita semua agar Babel ini aman dan damai," lanjutnya.

Ia memberikan contoh masalah kesukuan yang pernah pernah terjadi di Bangka Tengah, yakni suku Bugis yang ada di Kurau.

"Penanganan suku Bugis di Kurau Bangka Tengah yang merupakan itu hasil diskusi kami dengan suku Bugis dan masyarakat asli desa Kurau agar Desa Kurau tersebut aman dan damai yang merupakan usaha bersama," sebutnya

Dalam melakukan pembinaan suku agama merupakan tugas bersama, melibatkan Kesbangpol juga Polda Babel.

Sementara Wakil Dekan 1 jurusan Dakwa dan Komunikasi Islam, IAIN SAS Babel, Nasrun Supardi menyampaikan, perbedaan dan keragaman merupakan hal yang lumrah terjadi.

Termasuk di Bangka Belitung, jangan sampai hal ini memecah belah persatuan dan pesatuan umat, lebih baik merawat Kebhinekaan serta menjaga toleransi antar sesama.

" Kalau menelisik sejarah zamannya Rasullulah dari Makkah ke Utopia yg diterima oleh raja Utopia yang berbeda agama dan kita berkaca dari sekarang bahwa walaupun kita berbeda tapi tetap harus saling toleransi jangan sampai ada perpecahan di Indonesia teutama di Bangka Belitung," ujarnya dalam menghadiri dialog kebangsaan menguatkan Pancasila dan menangkal Radikalisme yang dilaksanakan oleh pergerakan mahasiswa Islam Indonesia mengangkat tema 'Menangkal dan Mewaspadai perpecahan, serta tetap menjaga kedamaian dan Keragaman di Bangka Belitung', Sabtu, ( 07/09) di BOC (Bangka Original Cafe) Pangkapinang. 

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved