Audisi PB Djarum Berhenti Tahun Depan, Begini Ungkapan Kekecewaan Susy Susanti hingga Haryanto Arbi

2019 adalah tahun terakhir PB Djarum menggelar ajang pencarian bibit-bibit pebulu tangkis di Indonesia tersebut.

Audisi PB Djarum Berhenti Tahun Depan, Begini Ungkapan Kekecewaan Susy Susanti hingga Haryanto Arbi
www.pbdjarum.org
Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum di Purwokerto 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti ikut bereaksi terhadap keputusan PB Djarum.

"Pastinya bakat-bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya" kata Susy, dikutip dari Kompas.com.

"Itu juga bisa menghambat pembinaan usia dini. Kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak-anak (11-13 tahun), pemula (13-15 tahun), remaja (15-17 tahun), dan taruna (17-19 tahun)," ujar Susy.

Bahkan, menurut Susy, jika ajang pencarian bakat terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.

"Hal ini sebetulnya mereka hanya melihat di 'atas' nya saja. Tetapi jika, di bawah (pembinaan usia dini) itu kosong, maka akibatnya bisa sampai putus satu generasi," tutur Susy.

"Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi," ucap Susy.

Secara tersirat, Susy juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.

"Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung?" kata Susy.

"Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa," ucap Susy lagi.

Diketahui, Susy Susanti bukanlah atlet jebolan PB Djarum, melainkan sang suami, Alan Budi Kusuma.

Halaman
1234
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved