Duta Pepelingasih Berikan Edukasi Cara Mengurangi Sampah Plastik Dengan Metode Ecobrick ke Pelajar
Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) memberikan edukasi terhadap beberapa pelajar dari perwakilan Sekolah
Duta Pepelingasih Berikan Edukasi Cara Mengurangi Sampah Plastik Dengan Metode Ecobrick ke Pelajar
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) memberikan edukasi terhadap beberapa pelajar dari perwakilan Sekolah di Kecamatan Sungailiat seperti Sekolah MAN 1 Bangka, SMAN 1 Sungailiat, SMAN 1 Pemali, SMKN 1 Sungailiat, SMKN 2 Sungailiat dilaksanakan pada tanggal 7 September 2019 di kawasan Hutan Lindung Kota Sungailiat.
Edukasi ini diberikan karena pengelolaan sampah yang ada saat ini masih saja belum teratasi sepenuhnya karena selama ini banyak sekali sampah plastik yang masih dijumpai di lingkungan sekitar, sehingga jika ini terus berlanjut akan sangat dikhawatirkan kareba proses masa terurai dari sampah plastik agar alam bisa menguraikan atau menghancurkan sampah yang bersifat anorganik diperlukan waktu yang lama.
Orie Fachridho Hermawan selaku Duta Pepelingasih Provinsi Bangka Belitung saat melakukan edukasi terkait cara mengurangi sampah plastik dengan Metode Ecobrick yang langsung disaksikan oleh Bupati Bangka Mulkan sebagai bentuk dukungan perhatian dengan kepedulian kita sebagai pemuda untuk menangani masalah sampah yang ada.
Penerapan Metode Ecobrick yang dilakukan oleh pelajar bertujuan untuk memberikan cara menangani sampah plastik dengan bukti kreativitas mereka untuk dapat berkontribusi dalam mengurangi peningkatan jumlah sampah plastik di lingkungan sekitar mereka.
"Sebagai Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih saya selalu melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelajar dikota Sungailiat yang bergerak dalam bidang lingkungan karna mereka sebagai pemuda – pemudi harus memiliki sikap sadar akan lingkungan sejak dini , Saya berharap dengan dilakukannya Metode Ecobrick akan secara perlahan – lahan mengurangi sampah plastik yang ada,"kata Orie dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Minggu (8/9/2019).
Karena, Ecobrick sambungnya merupakan bata ramah lingkungan terbuat dari botol yang diisi dengan sampah plastik hingga padat, sebuah botol plastik ukuran 600 mililiter dapat diisi sekitar 250 gram sampah plastik. Botol -botol hasil Ecobrick sendiri dapat dirangkai menjadi karya Artistik Limbah Plastik.
Sementara Eka Marsella salah seorang volunteer yang mengikuti edukasi Metode Ecobrick, merasa sangat senang selama proses pembuatan yang dilakukan langsung dilihat oleh Bupati Bangka sehingga membuat semua lebih bersemangat untuk menyelesaikan pembuatan Ecobrick serta tidak ada satupun sampah plastik tersisa.
"Adanya Ecobrick juga menjadi bentuk kreativitas kita dalam mengurangi sampah plastik dengan membuat Ecobrick menjadi kursi , meja , dan lain – lain. Penerapan yang akan kita lakukan juga bakal diaplikasikan bersama teman-teman di sekolah kita masing-masing sebagai cara lanjutan dari proses pembuatan Ecobrick tersebut,"tukasnya
(*/Bangkapos.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pemuda-peduli-lingkungan-asri-dan-bersih.jpg)