Banyak yang Ingin Adopsi Bayi yang Ditemukan di Belinyu, Dinsos Bangka Harapkan Orangtua Bayi Datang

Masyarakat sempat dihebohkan dengan temuan bayi di Masjid Al- Qhonar Desa Ridingpanjang, Belinyu, Bangka, Kamis (16/5/2019) yang

Banyak yang Ingin Adopsi Bayi yang Ditemukan di Belinyu, Dinsos Bangka Harapkan Orangtua Bayi Datang
Foto Istimewa
Foto bayi Kayla Putri Ramadhani 

Banyak yang Ingin Adopsi Bayi yang Ditemukan di Belinyu, Dinsos Bangka Harapkan Orangtua Bayi Datang

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat sempat dihebohkan dengan temuan bayi di Masjid Al- Qhonar Desa Ridingpanjang, Belinyu, Bangka, Kamis (16/5/2019) yang diberitakan oleh bangkapos.com.

Awal mula bayi tersebut ditemukan berumur beberapa hari oleh warga yang rumahnya di sebelah masjid.

Warga tersebut mendengar tangisan bayi sehingga menghampiri asal suara dan melihat bayi tersebut sendirian hanya tertinggal kertas bertulisan nama bayi Kayla Putri Ramadhani.

"Bayi tersebut ditemukan warga kemudian warga memanggil aparat keamanan, bayi sempat dibawa ke rumah sakit juga untuk pemeriksaan kondisinya. Selanjutnya kami upayakan menitipkan ke panti asuha. Sayangnya tidak ada panti asuhan di Sungailiat yang menyanggupi. Baru-baru ini ada panti asuhan yang berada di Pangkalpinang yang sukarela akan mengasuh," ungkap Teja Laksana, Seksi Rehabilitasi Sosial Anak Dinas Sosial Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com. Senin, (9/9/2019).

Selama 3 bulan lebih bayi tersebut dirawat oleh warga yang menemukan yakni keluarga Sumandra.

Bayi tersebut hingga kini usianya menginjak hampir 4 bulan, tapi sang orangtua masih belum diketahui.

Dinas Sosial Kabupaten Bangka berupaya menangani masalah bayi tersebut. Sebab bayi tersebut statusnya belum jelas, panti asuhan Nurahma yang disebut-sebut bersedia mengasuh bayi tersebut saat ini belum dapat memberikan hak adopsi kepada orang tua angkat, apabila ada yang bersedia mengadopsi.

"Kita yang mengambil alih masalah bayi tersebut. Jadi sekarang kita umumkan terlebih dahulu selama 1 bulan, bila tidak ada yang mengakui juga. Kita usulkan ke pengadilan untuk ditetapkan sebagai anak terlantar, setelah itu nanti bayi ini bisa diadopsi," ungkap Teja.

Teja mengaku setelah mengumumkan bayi tersebut di media cetak, banyak yang menghubunginya akan tetapi tujuan berkeinginan untuk mengadopsi bayi tersebut.

"Banyak yang hubungi saya tapi mau adopsi, kita sekarang masih mengharapkan orangtua kandung bayi membuka hati datang menjemput bayi ini. Tetapi tetap bila ada yang mengaku orangtua akan di proses dulu sesuai prosedur, di tes DNA, dan sebagainya," jelas Teja.

Teja juga menjelaskan prosedur bila ada yang mengadopsi akan ditinjau terlebih dahulu calon orang tua angkat tersebut. Minimal usia 30 tahun sedangkan maksimal 55 tahun, jumlah anak yang sudah dimiliki, kemampuan ekonomi, kemampuan kejiwaan serta akan diseleksi, dan terus dipantau selama 3 bulan saat mengasuh bayi tersebut. (Cr2).

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved