Kriminalitas

Berusaha Kabur dari Kepungan Polisi, Metal Otak Perompak di Selat Bangka Ditembak

Pelarian Rudi aiias Metal (39) Warga Sungai Jeruju, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan berakhir.

Berusaha Kabur dari Kepungan Polisi, Metal Otak Perompak di Selat Bangka Ditembak
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kasatrol Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Stefanus menunjukkkan barang bukti tersangka rompak yang dibekuk Selasa (10/9/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Pelarian Rudi aiias Metal (39) Warga Sungai Jeruju, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan berakhir. Metal dibekuk dikediamannya oleh Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Metal terpaksa ditembak kaki kanannya karena berusaha kabur dari kepungan polisi saat penangkapan. Metal juga melakukan perlawanan dan memegang senpi rakitan. Bersama tersangka ikut diamankan senpi rakitan jenis revolver bersama lima peluru aktif yang biasa digunakan untuk senjata serbu jenis M16 ataupun AK.

"Tersangka terpaksa kita dilumpuhkan karena berusaha kabur melakuakan perlawanan kepada anggota yang akan membekuknya selain itu tersangka juga memegang senpi rakitan," kata AKBP Stevanus Kasatrol Dit Polairud mewakili Dit Polairud Kombes Pol M Zainul Selasa (10/9/2019) saat gelar tersangka dan barang bukti.

Metal bersama dua rekannya yakni Hendra warga Sungai Lumpur Kabupaten OKI Sumsel (lebih dulu dibekuk sebelumnya) serta Megi (DPO) beroperasi dikawàan Selat Bangka antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam beroperasi mereka menggunakan speed lidah kemudian mengancam korban dengan senjata api dan senjata tajam. Selain menguras barang berharga milik juga mengambil mesin tempel kapal kemudian kabur kewilayah Sumsel.

Setelah Tim Hiu Macan Subdit Gakkum membekuk Hendra pada bulan Agustus 2019 lalu juga dilakukan pencarian terhadap Rudi alias Metal dan Megi.

Setelah mendapatkan informasi keberadaan ada dikampung halamannya, Tim Hiu Macan mendatangi kediaman Metal pada Tanggal 4 Sepetember 2019 dinihari. Setelah dipastikan Metal berada didalam rumah langsung dilakukan pengepungan.

Namun Metal berusaha kabur dengan melompat dari jendela dan melawan petugas yang akan menangkapnya. Tak ingin gegabah polisi menemabak betis kaki kanan metal. Ini dilakukan mengingat Metal juga menguasai senjata api. Usai dibekuk Metal kemudian sempat dirawat dirumah sakit sebelum dibawa ke Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Bukti senjata api rakitan jensi revolver beserta lima peluru aktif behasil diamankan dari tangan Metal.
Selain dijerat dengan pasal 439 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP juga dijerat dengan pasal 1 ayat 1 undang undang darurat atas kepemilikan senjata api. Ancamannya hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman penjara selama 20 tahun.

Ditemui Metal mengaku setelah mengetahui rekannya ditangkap dirinya berpindah pindah bersembunyi. Namun saat pulang kekampung halamannya dirinya dibekuk.

Menurut Metal dalam beroperasi mereka mengincar nelayan dengan mesin tempel. Perhitungannya kecepatan speed lidah mereka lebih cepat dari mesin tempel. Selain itu mesin tempel dapat dibawa kabur kemudian meninggalkan nelayan ditengah laut dengan kapal tanpa mesin. Hasil dari rompakan kemudian dibagi bagikan untuk dirnya dan kedua rekannya.

"Biasanya setelah dijual kemudian uangnya untuk foya foya dan mabuk," kata Metal.       (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved