Berita Pangkalpinang

Dirazia Sat Pol PP Pangkalpinang Saat Menambang di Kolong Bacang, Penambang Nekat Berenang dan Kabur

Kesatuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pangkalpinang, melakukan razia tambang inkonvensional di Kolong PDAM

Dirazia Sat Pol PP Pangkalpinang Saat Menambang di Kolong Bacang, Penambang Nekat Berenang dan Kabur
Ist/Sat Pol PP Pangkalpinang
Tambang inkonvensional di Kolong Bacang 

BANGKAPOS.COM-- Kesatuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pangkalpinang, melakukan razia tambang inkonvensional di Kolong PDAM yang dikenal dengan Kolong Bacang, di Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Selasa (10/9/2019).

Saat tiba di Kolong Bacang, para penambang yang melihat petugas sat pol pp langsung lari menggunakan ponton bahkan ada yang nekat berenang untuk kabur dari kejaran sat pol pp.

Kesatuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pangkalpinang, melakukan razia tambang inkonvensional di Kolong PDAM
Kesatuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pangkalpinang, melakukan razia tambang inkonvensional di Kolong PDAM (Ist/Sat Pol PP Pangkalpinang)

Menurut Plt Kasat Pol PP Pangkalpinang, Susanto, razia tambang ini berawal dari laporan dari masyarakat dan juga merupakan amanah dari Walikota Pangkalpinang terkait aktivitas penambangan di wilayahnya.

"Kami ke TKP mereka sedang melakukan aktivitas tambang, tahu kedatangan kami mereka semua lari menggunakan ponton dan ada juga yang berenang. Jadi semuanya kami panggil, lalu sosialisasikan ke mereka bahwa tidak ada lagi aktivitas tambang di kolong ini atau di Kota Pangkalpinang," jelas Susanto kepada bangkapos.com.

Dia menyebutkan, saat razia, terdapat lima ponton TI sedang beraktivitas, kelimanya diintruksikan agar tidak melakukan penambangan.

Tambang inkonvensional di Kolong Bacang
Tambang inkonvensional di Kolong Bacang (Ist/Sat Pol PP Pangkalpinang)

Alat-alat yang mereka gunakan penambang diminta untuk diangkat dari kolong, jika masih ditemukan akan di tindak secara tegas.

"Sebanyak lima pron  yang beraktifitas, kami peringatkan untuk segera diangkat, jika masih beroperasi jangan salahkan kami saat kami mengambil tindakan tegas, ini baru sekedar peringatan," tegas Susanto.

"Kolong ini merupakan sumber air untuk masyarakat, dan juga melakukan aktifitas lain seperti mencuci dan mandi. Makanya jangan sampai tercemar kolong kita ini, kasihan masyarakat yang melakukan aktivitasnya jika air ini kotor," imbau Susanto. (Bangkapos.com/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved