Berita Sungailiat

Kepala BPBD Babel Sebut Kebakaran Lahan Gambut di Lintas Timur Ulah Orang untuk Buka Lahan

Kebakaran di Kawasan Lintas Timur Belitung seluas sekitar 17 hektar terjadi akibat pembukaan lahan.

Kepala BPBD Babel Sebut Kebakaran Lahan Gambut di Lintas Timur Ulah Orang untuk Buka Lahan
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kondisi lalu lintas di Kawasan Lintas Timur saat terjadi kebakaran lahan gambut, Selasa (10//2019). 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan, kebakaran di Kawasan Lintas Timur, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seluas sekitar 17 hektar terjadi akibat pembukaan lahan, Selasa (10/9/2019).

"Keliatan ini seperti dibakar untuk membuka lahan. Ini keliatan sekali bekas tanah dibongkar, kemudian mungkin untuk memudahkan pembersihan lahan dengan cara membakar namun tidak dikendalikan,"ungkap Mikron Antariksa kepada bangkapos.com.

Hingga kini kebakaran lahan masih belum dapat teratasi, bahkan asap tebal masih menyelimuti ruas jalan lintas timur.

"Yang jadi permasalahan kita sekarang ini adalah asap karena ini bisa jadi bencana. Asap ini bisa mengakibatkan ispa yaitu terganggunya saluran pernapasan jadi harus segera diselesaikan dan untuk masyarakat juga gunakan masker," kata Mikron.

Diakuinya keberadaan pemadaman saat ini dapat  tidak efektif karena kurangnya fasilitas yang dimiliki BPBD Provinsi Bangka Belitung.

"Kami sangat sulit sebenarnya, inikan bukan kendaraan taktis untuk pemadaman, tapi dia adalah suplai air. Walaupun begitu dipakai karena posisinya kita kekurangan kendaraan jadi dipakai untuk nyemprot juga walaupun tidak maksimal. Kami juga mengusulkan tahun ini untuk mobil pemadam kebakaran untuk bisa back up seperti ini," kata Mikron.

Bagi Masker

Pada kesempatan itu, Direktur RSUD Soekarno, dr Armayani Rusli yang membagikan masker. Dua jenis masker  yang dibagikan yaitu N95 dan masker biasa kepada para anggota yang sedang berupaya memadamkan api.

Menurut Armayani Rusli, asap tebal tentunya mengganggu rumah sakit terutama para pasien.

"Yang pasti dengan kabut asap ini lalu lintas ke rumah saki terganggu. Jarak pandang lebih kurang 200 meter itu membahayakan apalagi ambulans itu punya kecepatan yang tinggi dan kita takutkan terjadi tabrakan juga. Asap-asap ini yang kita takutkan itu malah membuat pasien semakin parah," kata  Armayani Rusli.

Dia berharap kebakaran ini cepat terselesaikan dan tak terulang kembali.

"Harapannya semoga musim kemarau ini cepat berlalu dan tidak ada lagi kebakaran seperti ini," harapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved