Bakeuda Bangka Belitung Targetkan PAD Rp 840 Miliar pada RAPBD 2020

Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kepulauan Bangka Belitung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 840 miliar pada RAPBD 2020

Bakeuda Bangka Belitung Targetkan PAD Rp 840 Miliar pada RAPBD 2020
bangkapos.com/dedy q
Ketua Komisi II DPRD Babel Aksan Visyawan 

Bakeuda Bangka Belitung Targetkan PAD Rp 840 Miliar pada RAPBD 2020

BANGKAPOS.COM - Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kepulauan Bangka Belitung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 840 miliar pada RAPBD 2020 mendatang. Meski demikian, Komisi II DPRD Babel menargetkan lebih dari itu, yakni Rp 960 miliar.

Demikian disampaikan Kepala Bakeuda Babel Fery Afriyanto dan Ketua Komisi II DPRD Babel Aksan Visyawan secara terpisah. PAD menjadi bahasan saat kedua belah pihak mengglar rapat pembahasan, Rabu (11/9/2019).

Fery mengatakan, target PAD pada RAPBD 2020 mencapai Rp 840 miliar. Target ini naik sekitar 7 persen dibandingkan target PAD 2019 sebesar Rp 711 miliar.

Kepala Bakeuda Babel Fery Afryanto
Kepala Bakeuda Babel Fery Afryanto (bangkapos.com/dedy q)

Bakeuda akan menggenjot PAD lewat pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, pajak bahan bakar, dan pajak air permukaan. "Target ini realistis kami capai di tahun depan," kata Fery.

Target Rp 840 miliar itu mencapai sekitar 30 persen dari total pendapatan daerah (termasuk Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus) pada 2020. Idealnya, kata Fery, PAD Babel bisa digenjot hingga 50 persen dari total pendapatan daerah. "PAD ini selalu ada peningkatan selama dua tahun terakhir. PAD idealnya 50 persen dari total pendapatan daerah, kami penginnya fifty fifty ke depan. Jadi kalau APBD Rp 3 T, Rp 1,5 T itu lewat PAD," tutur Fery.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Babel Aksan Visyawan mengatakan, pihaknya meminta target PAD pada 2020 dipatok menjadi Rp 960 miliar. Dari rapat bersama Bakedua Babel, pihaknya menilai ada sejumlah pundi-pundi PAD yang masih bisa digenjot, misalnya pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pendapatan yang dikelola dari Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Babel.

"Jadi di APBD Perubahan 2020 nanti mungkin akan Rp 1 triliun. Tadi di pembahasan, kurang Rp 40 miliar lagi mencapai Rp 1 T," ujar Aksan.

Menurut dia, target PAD 2020 perlu digenjot menyusul ancar-ancar defisit pada belanja RAPBD Babel 2020 yang mencapai Rp 190 miliar. Satu di antara pundi-pundi PAD yang perlu digenjot adalah dari pendapatan yang dikelola DKP Babel karena selama ini dinilai belum maksimal.

Dia menyontohkan, selama ini DKP Babel memiliki aset berupa lahan, kios, hingga cold storage. Sejak kewenangannya diambil alih provinsi, pengelolaannya untuk menambah pundi-pundi PAD belum maksimal karena dinilai masih masa transisi.

"Itu selama ini belum maksimal. Kami minta target DKP ini dinaikkan (dari Rp 800 juta menjadi Rp 1,5 miliar), dan akan kami pantau," ucap Aksan.

(bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved