Berita Pangkalpinang

Erzaldi Mengaku Sulit Kendalikan Harga Lada, 'Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan'

Gubernur meminta petani tidak patah semangat dan tetap kompak di tengah harga yang dinilai sangat dipengaruhi Vietnam.

Erzaldi Mengaku Sulit Kendalikan Harga Lada, 'Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan'
bangkapos.com
Petani Bangka Mengeluh Harga Lada Murah 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan upaya membangkitkan kejayaan lada Babel menjadi bagian yang dianggap penting Meski demikian, dia mengakui hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Pasalnya, lada merupakan komoditi yang sangat dipengaruhi mekanisme pasar, terutama harga. Dia meminta petani tidak patah semangat dan tetap kompak di tengah harga yang dinilai sangat dipengaruhi Vietnam.

Menurutnya, sulit mengendalikan harga Lada di tengah kondisi saat ini. Tetapi, hal yang bisa dilakukan adalah mencegah dominasi Vietnam adalah dengan memanfaatkan kelebihan Lada Babel lewat merek Muntok White Pepper yang kualitasnya sudah dikenal dunia.

Penataan produksi hingga pemasaran dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh. Muntok White Pepper,menurut Erzaldi, harus mencuat dan dikenal dunia sehingga bisa menjadi nilai plus untuk bersaing dengan lada Vietnam yang kini meramaikan perdagangan lada di dunia

Erzaldi mengatakan, Pemprov juga akan mendorong beberapa program dan stimulan dalam waktu dekat. Di antaranya adalah bibit gratis, pupuk subsidi, dan serangkaian usaha lainnya.

"Komitmen kami untuk petani lada Bangka Belitung tidak akan berhenti. Kami terus mendorong agar petani lada Bangka Belitung tidak putus harapan dan selalu bersemangat, meski saat ini harganya belum menggembirakan," ujar Erzaldi, Rabu (11/9/2019).

Sementara, dukungan gubernur terhadap peningkatan mutu dan harga jual lada, selaras dengan Ketua Dewan Rempah Nasional wilayah Kepulauan Bangka Belitung Bayodandari. Kepada Bangka Pos beberapa waktu lalu, Bayodandari mengatakan perlu ada kekompakan semua pihak agar kejayaan Lada Babel kembali

"Bukan begitu, ini berputar-putar saja di situ karena supaya masyarakat paham. Kemudian ini agar kita kompak bersatu, sebab kalau tidak ini akan merugikan semua pihak," kata Bayo.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved