Berita Sungailiat

Pemadaman Api di Lahan Gambut Lintas Timur hingga Larut Malam, Tahun Ini Jadi Kebakaran Terparah

Kebakaran kali ini merupakan terparah terjadi di jalan lintas timur, dengan menyebabkan kabut asap sehingga terganggunya arus lalu lintas

Pemadaman Api di Lahan Gambut Lintas Timur hingga Larut Malam, Tahun Ini Jadi Kebakaran Terparah
Dokumen Bangka Pos
Kebakaran lahan gambut kembali terjadi, yang mengakibatkan asap tebal selimuti ruas jalan di lintas timur, Selasa (10/09). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebakaran lahan Gambut di jalan Lintas Timur, Desa Rebo hingga Air Anyir membuat gabungan tim pemadam dari Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung kesulitan memadamkanya hingga larut malam.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Fauzi mengatakan pemadaman dilakukan oleh tim gabungan hingga pukul 23.00 WIB hingga akhirnya diberhentikan karena melihat kondisi dan situasi.

"Kita sampai malam apinya masih ada juga, di kiri dan kanan sudah habis. Semalam diperintah pimpinan untuk balik kanan karena sudah dari pagi melakukan pemadaman. Hari ini kita melihat perkembangan lebih lanjut,"ungkap Fauzi kepada bangkapos.com, Rabu (11/9/2019).

Fauzi menambahkan kondisi semalam petugasnya sangat keteteran karena kondisi lahan yang luas, harus mereka padamkan ditengah kondisi panas dan gelapnya penerangan.

"Kondisinya hingga masuk ke dalam dengan jalan kaki, kita takut mengganggu keselamatan teman-teman kita, karena ada petugas yang terinjak paku. Padahal sudah pakai pengaman. Kita tidak tahu lahan itu semak belukar, ada aktivitas apa dulu disitu,"lanjutnya. 

Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Fauzi.
Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Fauzi. (bangkapos.com/Riki Pratama.)

Kejadian Kebakaran yang terjadi di jalan Lintas Timur dari Desa Rebo hingga Air Anyir merupakan kebakaran terparah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan, Kabid Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Sat Pol PP Kabupaten Bangka Fauzi, menjelaskan kebakaran telah menyebabkan kabut asap tebal dan jarak pandang pengendara terganggu akibatnya.

"Kebakaran itu diperkirakaan luasnya diatas 15 hektar dan penyebabnya dugaan karena ulah manusia tidak bertanggungjawab, ada unsur kesengajaan membakar lahan,"jelas uziFa kepada bangkapos.com, Rabu (11/9/2019).

Ia menambahkan kebakaran kali ini merupakan terparah terjadi di jalan lintas timur, dengan menyebabkan kabut asap sehingga terganggunya arus lalu lintas di wilayah tersebut.

"Ini terparah dibandingkan tahun sebelumnya pernah terjadi karena dampaknya terjadi kabut asap sehingga mengganggu jarak pandang dan pernapasan warga yang melewati jalan tersebut. Selain itu karena mungkin musim kemarau yang panjang, penyebabnya,"lanjutnya.

Dengan kejadian ini mereka akan terus melakukan evaluasi kedepan untuk mengantisipasi secara dini agar kebakaran tersebut tidak meluas dan terjadi lagi.

"Hari ini rencana kita melihat kondisi ke lapangan sambil menunggu pasti dari masyarakat situ. Kami sampaikan ke kades bila ditemukan titik api untuk diantisipasi mereka secara dini karena kami Keteteran karena beberapa titik kebakaran selama dua hari berturut-turut. Pada lokasi dan lahan yang sama bedekatan seputaran jalan Rebo sampai dengan jembatan emas,"ungkapnya

(bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved