Pemilik Ruko di Pangkalbalam Alami Kerugian Rp 1,8 Miliar Usai Tas Miliknya Digasak Hartati

Tas yang berisi satu lembar cek Bank BCA senilai Rp 1,7 Miliiar, dua buah BPKB motor, satu buah BPKB mobil, empat buah STNK motor, dua buah STNK mobil

Pemilik Ruko di Pangkalbalam Alami Kerugian Rp 1,8 Miliar Usai Tas Miliknya Digasak Hartati
Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang bersama anggota Polres Pangkalpinang menunjukkan barang bukti pelaku Hartati saat konferensi pers, Rabu (11/09). 

Pemilik Ruko di Pangkalbalam Alami Kerugian Rp 1,8 Miliar Usai Tas Miliknya Digasak Hartati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Polres Pangkalpinang menggelar konferensi pers terhadap pelaku Hartati (38) yang melakukan tindak pindana pencurian, Rabu (11/09/2019).

Sebelumnya tim Opsnal Polres Pangkalpinang berhasil menangkap pelaku berdasarkan laporan polisi LP/B- 275/VIII/2019/ SPKT/RES PKP 30 Agustus 2019.

Setelah melakukan penyelidikan tim Opsnal Polres Pangkalpinang berhasil menangkap pelaku Hartati pada Selasa (03/09/2019) pukul 18.45 di kontrakannya di Jalan Letkol Saleh Ode, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana mengatakan pelaku Hartati melakukan pencurian seorang diri.

"Pelaku itu sendiri melakukan aksinya seorang diri dan sudah beberapa kali memang dia melakukan pencurian," ujar Kompol Jadiman Sihotang.

Sebelumnya Wahyuni Maidalena (27) menjadi korban pencurian di ruko miliknya dijalan Yos Sudarso Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

Satu buah tas miliknya tiba-tiba raib saat korban Wahyuni sedang bertelepon di ruko miliknya. Setelah sadar tas miliknya hilang, korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pangkalpinang.

Tas yang berisi satu lembar cek Bank BCA senilai Rp 1,7 Miliiar, dua buah BPKB motor, satu buah BPKB mobil, empat buah STNK motor, dua buah STNK mobil, dua buah KIR mobil, sembilan buah buku tabungan, dua buah buku nikah, delapan buah kartu ATM, lima buah KTP dan empat buah dompet dijadikan barang bukti.

"Iya pelaku Hartati ini menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai pembeli, karena korban ini kan punya ruko jualan baju. Saat korban lengah, pelaku ini langsung mengambil tas milik korban yang saat itu sedang teleponan," tuturnya.

Akibat perbuatan pelaku, saat ini korban Wahyuni mengalami kerugian hingga Rp 1,8 Miliar.

Hartati pun kini dijerat oleh pasal 362 KUHP tentang pencurian yang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved