Penjelasan Terapis Wicara Soal Banyak Orangtua Abaikan Masalah Speech Delay Anak

Putrining Kurniawati, Terapis Wicara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah mengatakan banyak orangtua

Penjelasan Terapis Wicara Soal Banyak Orangtua Abaikan Masalah Speech Delay Anak
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Putrining Kurniawati, Terapis Wicara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang. Rabu, (11/9/2019) 

Penjelasan Terapis Wicara Soal Banyak Orangtua Abaikan Masalah Speech Delay Anak

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Putrining Kurniawati, Terapis Wicara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah mengatakan banyak orangtua masih mengabaikan bila anak yang mengalami speech delay (keterlambatan bicara).

"Banyak sekali masalah speech delay disini, akan tetapi kesadaran orangtua masih kurang dan beranggapan nanti bisa sendiri karena usia. Sedangkan pola asuh begitu terus tidak ada stimulasi, itu akan lebih sulit nantinya," ungkap Putrining Kurniawati kepada bangkapos.com. Rabu, (11/9/2019).

Putrining juga mengatakan bahwa keterlambatan anak dalam berkomunikasi perlu dilakukan terapi wicara.

"Kita deteksi dulu penyebab keterlambatan pertumbuhan anak. Biasanya anak yang menerima terapi wicara sudah didiagnosis sebelumnya mengalami sindrom, autis, speech delay, dan anak yang dikasih gadget bisa memicu juga," ungkapnya.

Upaya yang dilakukan dalam proses terapi wicara, dengan beberapa program memberikan pemahaman, kepatuhan, dan diajarkan berbahasa, atau bicara.

Terapi wicara diberikan untuk pasien dalam waktu 30 menit sekali terapi, serta dilaksanakan 2 kali seminggu.

"Kalau terapi konsisten, dan orang tua juga mengikuti konsisten. Keberhasilan terapi wicara bisa 3 bulanan, tapi kalau tidak konsisten maka bisa lama sampai 6 bulan bahkan lebih bertahun-tahun," jelas Putrining.

Terapi wicara tidak hanya untuk anak yang mengalami speech delay, bisa juga untuk anak yang berbicara kurang jelas, latah, cadel, bahkan orang dewasa, yang mengalami hal serupa, dan stroke.

Terapi Wicara di RSUD Depati Hamzah pun bisa menggunakan BPJS dengan mengikuti prosedur yang sudah ditentukan.

Adapun prosedur meliputi pasien menuju Faskes tingkat satu untuk mengambil rujukan ke dokter DPJP, nanti akan dirujuk ke dokter Rehabilitas Medik baru bisa ke Terapi Wicara untuk dilakukan tindakan.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved