Berita Sungailiat

Persidangan Kasus Aborsi Bakal Digelar Pekan Depan di Pengadilan Negeri Sungailiat

Kasus aborsi bayi hasil hubungan gelap, pasangan bukan suami istri, SN dan LK, akhirnya dilimpahkan oleh Jaksa Kejari Bangka ke Pengadilan Negeri

Persidangan Kasus Aborsi Bakal Digelar Pekan Depan di Pengadilan Negeri Sungailiat
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus aborsi bayi hasil hubungan gelap, pasangan bukan suami istri, SN dan LK, akhirnya dilimpahkan oleh Jaksa Kejari Bangka ke Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Seiring pelimpahan ini, Pihak PN Sungailiat menetapkan nama majelis dan jadwal sidang 

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Fatimah diwakili Humas R Narendra Mohni kepada bangkapos.com,Rabu (11/9/2019) menyebutkan pelimpahan berkas perkara baru saja dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Mario Marco dan Trian, Senin (9/9/2019).

"Kemarin sore limpah, pas menjelang tutup kantor pengadilan," kata Narendra.

Setelah berkas perkara pelimpahan diterima, Ketua PN Sungailiat, Fatimah kemudian menetapkan nama majelis hakim yang menangani perkara tersebut. Ketua PN juga memutuskan waktu atau jadwal sidang perdana, agar berbagai pihak siap hadir di pengadilan tersebut.

Berkas perkara yang baru masuk hanya atas nama Terdakwa SN, ibu bayi yang diduga melakukan aborsi janinnya sendiri. Sedangkan LK, ayah bayi yang diduga ikut berperan serta, berkasnya belum diterima pengadilan.

"Majelis Hakim PN Sungailiat yang menangani perkara ini masing-masing, Dewi Sulistiarini (Ketua Majelis), Arief Kadarmo (Anggota Majelis) dan Joni Mauludin (Anggota Majelis). Rencananya sidang perdana atas nama SN digelar Tanggal 17 September 2019. Sedangkan atas nama LK, berkas belum masuk hingga kemarin, namun diprediksikan agenda sidangnya sama, Tanggal 17 September 2019," jelas Narendra.

Dilansir sebelumnya disebutkan, kedok ibu dan ayah bayi, pelaku aborsi ini terbongkar karena polisi menemukan jejak di sekitar lokasi kejadian. Tetes gumpalan darah yang masih menempel di ujung pipa saluran pembuangan kamar mandi menjadi satu di antara sekian petunjuk ungkap kasus pembuangan orok tak berdosa itu.

Hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara menjadi kuncinya. Berawal saat, Selasa (28/5/2019) pukul 08.00 WIB, Murni (60), Warga Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka bermaksud membersihkan saluran got di sekitar belakang rumahnya.

Murni kaget saat melihat segumpal daging yang sudah berbentuk anak manusia masih berdarah dan memiliki ari-ari tergeletak di saluran got air comberan tersebut. Murni kemudian memanggil anaknya, Susi (30), yang kemudian memanggil sejumlah warga. Tak lama kemudian polisi datang ke lokasi kejadian.

Tim identifikasi Polres Bangka dan Tim Unit Reskrim Polsek Sungailiat memeriksa orok yang sudah tak bernyawa itu.

Sekitar lokasi ditelusuri hingga akhirnya polisi menemukan jejak berupa sisa tetesan gumpal darah terakhir pada ujung pipa pembuangan air kamar mandi pada sebuah rumah, dekat rumah Murni. 

Polisi kemudian meminta data pada Ketua RT seputar pemilik kamar mandi atau si penghuninl rumah itu.

Ternyata di rumah yang dicurigai terdapat seorang perempuan yang belum menikah, berinisial SN (30). Orangtua SN awalnya tak percaya, orok malang itu darah daging yang keluar dari rahim anak perempuannya, SN (30). Pengakuan SN kemudian diketahui keterlibatan, Lk (30), pasangan selingkuhnya. Kedua pasangan itu kemudian dijebloskan dalam penjara Polsek Sungailiat Bangka.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved