Wacana Jembatan Bangka-Sumatera Selatan Dituding Buang Duit Gubernur Babel-Sumsel Sepakat Bentuk Tim

Pembangunan jembatan Bangka-Sumetera dinilai mubazir, Gubernur Babel justru minta masuk program RPJMN 2020-2024

Wacana Jembatan Bangka-Sumatera Selatan Dituding Buang Duit Gubernur Babel-Sumsel Sepakat Bentuk Tim
merdeka.com
Ilustrasi (foto ini tak ada kaitannya dengan berita di bawah cuma ilustrasi foto saja) 

Tim kedua provinsi sudah bertemu baru-baru ini dan dalam waktu dekat akan bertemu Menteri PUPR dan Presiden RI Joko Widodo.

Erzaldi menambahkan, jembatan yang akan dibangun nantinya dirancang sedemikian rupa untuk pembangunan pembangkit listrik yang mengandalkan arus laut.

"Jadi di bawahnya ada turbin yang bisa digerakkan dengan arus. Ini baru rencana. Tidak bisa langsung besok, perlu proses," ucap dia.

Kabar wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera selalu menyedot perhatian warganet Bangka Belitung. Pada akun facebook Bangka Pos misalnya, pada hampir setiap berita ini diposting, para warganet ramai-ramai berkomentar.

Beberapa di antaranya ada yang mendukung. Tetapi banyak juga yang kontra dengan alasan kurang bermanfaat dan khawatir akan berbagai dampak negatif akibat terbukanya akses jalur darat ke dan dari Pulau Bangka.

Dinas PUPR Babel sendiri telah menyebarkan kuesioner kepada 10 ribu responden di Bangka Belitung dan Sumsel mengenai ini. Survei yang di antaranya juga disebar lewat pesan Whats App ini menanyakan mulai dari umur, penghasilan, kebiasaan dan ke mana saja berkendara di Babel, serta menanyakan pilihan-pilihan masyakat berdasarkan perkiraan untung-rugi jika jalur penghubung ini terealisasi.

Anda yang berminat, bisa mengikuti survei tersebut dengan mengklik tautan ini : http://bit.ly/SurveiBangka

Jika wacana jembatan penghubung Bangka-Sumatera masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan jadi dibangun, maka proyek ini akan menjadi proyek multi years.

Panjang jembatan diperkirakan akan mencapai 15 kilometer dan akan menelan dana sebesar Rp 20 triliun.

PUPR Babel saat ini tengah melakukan kajian Pra Feasibility Study (Pra FS) jalur penggubung Bangka-Sumatera.

"Ini masih jalan. Pra FS ini dibuat untuk back up data dukungan tim (perceptan yang akan dibentuk) ke Presiden, agar bisa masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN). Kalau ini sudah masuk PSN, selanjutnya ini menjadi urusan pusat untuk melakukan kajian-kajian teknis," kata Kepala Dinas PUPR Babel Noviar Ishak beberapa waktu lalu. 

Program Prioritas

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera Selatan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Hal ini disampaikan Erzaldi pada pertemuan Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 yang dilaksanakan di ruang Pertemuan Hotel Adimulia, Medan (13/8/2019).

"Sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, maka pembangunan jembatan Babel menuju Sumsel kiranya juga menjadi prioritas atau bisa dimasukkan dalam rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024," ungkap Erzaldi seperti dikutip bangkapos.com dari klikbabel.com. 

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah juga berharap hal itu segera terwujud.

"Pembangunan Jembatan antara Bangka-Sumatera perlu segera dilakukan. Maka dari itu, agar bisa masuk ke dalam program strategis nasional pada tahun 2020-2024," papar wagub.

Jembatan ini yang berada sisi Selatan Pulau Bangka ini kata wagub diharapkan akan mempermudah sektor transportasi khususnya distribusi kebutuhan pokok dan kebutuhan pendukung lainnya yang ada di Pulau Bangka.

“Semoga apa yang disampaikan pada konsultasi rancangan awal ini, dapat dimasukkan ke dalam rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024,”  sebut wagub.

Jembatan penghubung Pulau Bangka-Sumatera Selatan berjarak 15,2 kilometer.

Titik lokasi jembatan berawal dari Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan dari di Pulau Bangka ada di Desa Permis Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. (Bangkapos.com/deq/Tribunsumsel)

Penulis: Edy Yusmanto (Ero)
Editor: ediyusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved