Breaking News:

12 Gadis Belia Hamil Bersamaan di Satu SMP, Ada Temuan 100 Kondom Terjual dalam Sebulan

Hasil survei di apotek dekat kampus dan kosan, setiap bulan 100 kondom laku terjual.

Editor: Alza Munzi
Tribunnews
Ilustrasi, tidak ada hubungan dengan isi berita 

Menurut Aji, semua hal ini berkaitan erat dengan kurangnya pengawasan orangtua pada anak.

Kondisi rumah atau hubungan orangtua dan anak yang tak nyaman akan membuat anak mencari kenyamanan lain di luar rumah.

Pada akhirnya bisa membuat mereka terjerumus ke hal-hal negatif seperti seks bebas.

Hal ini sesungguhnya bisa dicegah dengan adanya edukasi dini pada para pelajar ini mengenai kesehatan reproduksi.

Hafsah menerangkan, bahwa pada dasarnya sekolah memegang peranan penting untuk melakukan edukasi tersebut kepada siswanya agar mencegah adanya pergaulan bebas.

Aji menambahkan, pengetahuan pelajar tentang kesehatan reproduksi memang masih minim. Hal ini dikarenakan pendidikan seks masih dianggap tabu.

"Sehingga banyak remaja tidak mengetahui akibat dari perilaku seks yang berisiko, yang mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan," ujarnya.

Untuk itu, pihak PKBI pun telah menyelenggarakan adanya program konseling kesehatan reproduksi.

Program ini tidak hanya memberikan buku, tetapi juga mengajari guru cara mentransfer isi buku tersebut kepada siswanya.

Program ini pun telah dijalankan di beberapa sekolah di Bandar Lampung sejak Agustus lalu.

Dihamili duda

Duda di Surabaya tersebut ditangkap polisi saat sedang berduaan dan berhubungan intim dengan kekasihnya, yang masih siswi SMP, di kamar kos.

Saat itu, mereka sedang merayakan first anniversary.

Siswi SMP itu pun diketahui sudah hamil dua bulan. 

Duda di Surabaya itu adalah CA (26), warga Asemrowo, Surabaya.

Sedangkan kekasihnya adalah RR.

CA dan RR ketahuan berhubungan intim untuk merayakan first anniversary di rumah kos Jalan Kedung Anyar, Surabaya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, awalnya kedua pasangan tidak resmi itu ditangkap oleh polisi saat menggelar razia.

Kemudian, di dalam kamar tersebut, terdapat remaja yang masih berusia 15 tahun.

"Tersangka sudah sepuluh kali melancarkan nafsu bejatnya, hingga korban hamil," ujarnya.

CA duda sejak 2015 tahun itu menghamili RR.

Hubungan mereka sudah terjalin 1,5 tahun.

Berdasarkan pengakuannya, CA mengatakan selama ini tidak mengetahui bahwa korban masih duduk di bangku SMP.

"Bilang sama saya SMK," katanya saat rilis kasus di Polrestabes Surabaya, Kamis (29/8/2019).

Selama ini, CA hanya bermodalkan rayuan manis untuk mendapatkan kesucian kekasihnya itu, serta mengaku sayang.

"Saya bilang mau tanggung jawab," bebernya.

Saat mengetahui pacarnya itu hamil, CA mengaku memang siap bertanggungjawab.

Namun, bentuk pertanggungjawaban itu masih menunggu hingga usia kandungan RR beranjak tiga bulan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU RI NO. 35 TH 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun, maksimal 15 tahun penjara.

 
Editor: Heribertus Sulis

  

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved