Disahkannya Perda Pemekaran Kecamatan Bentuk Dukungan DPRD Bangka Terbentuknya Bangka Utara

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian mengatakan, disahkanya Perda Pemekaran Kecamatan Belinyu dan Riausilip tersebut, merupakan bentuk dukungan

Disahkannya Perda Pemekaran Kecamatan Bentuk Dukungan DPRD Bangka Terbentuknya Bangka Utara
Bangkapos/Riki Pratama
Rapat Paripurna pengesahan Raperda APBD T.A 2020 dan pengesahan Perda Pemekaran Kecamatan Belinyu dan Riausilip foto diambil, Kamis (12/9/2019). 

Disahkannya Perda Pemekaran Kecamatan Bentuk Dukungan DPRD Bangka Terbentuknya Bangka Utara

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian mengatakan, disahkanya Perda Pemekaran Kecamatan Belinyu dan Riausilip tersebut, merupakan bentuk dukungan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bangka terhadap pembentukan Kabupaten Bangka Utara.

"Tentunya masih ada proses lagi, karena menunggu persetujuan dari pusat, selain itu melihat kesiapan anggaran pusat untuk membentuk Kabupaten Bangka Utara, sementara Perda yang telah disahkan sebagai payung hukum Pemekaran Kecamatan,"ungkap Parulian, kepada wartawan, Kamis (12/9/2019) di Kantor DPRD.

Parulian menambahkan, kedepan jangan hanya Belinyu yang dilakukan pemekaran Kecamatanya, tetapi juga Sungailiat, agar bisa menjadi Kotamadya nantinya.

"Selain Belinyu kedepan juga perlu Sungailiat diajukan menjadi Kotamadya, karena di Indonesia yang Penduduknya di bawah Sungailiat menjadi Kotamadya, mudah mudahan Dewan kedepan memperjuangkan ini, ada pepatah mengatakan sekali mendayung dua pulau terlampau, atau satu di tembak dua yang kena, kita harapkan DPRD kedepan bisa memperjuangkan ini,"lanjutnya.

Harus Ada Kesiapan Lapangan

Ketua Forum Komunikasi Daerah (Forkoda) Pembentukan Kabupaten Bangka Utara, Heru Kaylani, memberikan apresiasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Pemekaran Kecamatan Belinyu dan Riausilip yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Bangka.

"Kami apresiasi setingginya kepada eksekutif dan legilastif Kabupaten Bangka yang telah mengesahkan, Perda pemekaran Kecamatan Belinyu Riausilip menjadi lima Kecamatan yaitu Kecamatan Belinyu, Kecamatan Riausilip, Kecamatan Persiapan Karang Lintang. Kecamatan Persiapan Simpang Tiga, dan Kecamatan Persiapan Maras Makmur,"ungkap Heru kepada wartawan, Kamis (12/9/2019)

Heru menambahkan, dengan demikian persyaratan dasar kewilayahan yang  menjadi syarat pembentukan DOB Bangka Utara terpenuhi, untuk persyaratan adminsitrasi mulai dari rekomendasi  DPRD dan Bupati Bangka, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sudah didapatkan.

"Sedangkan dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mendapatkan dukungan dan dijanjikan akan direkomendasilan melalui Paripurna di Oktober 2020 setelah pelantikan DPRD Provinsi Kepulauan Babel periode 2019 - 2024, mohon doa dan dukungan masyakat Bangka Belitung khusus masyarakat Bangka Utara semoga perjuangan ini diberikan kemudahan, kepada eksekutif dan legislatif mari bersama kami menjadi bagian dari sejarah rakyat Bangka Utara,"harapnya.

Sementara, Bupati Kabupaten Bangka, Mulkan, mengatakan ini merupakan tahapan pembuatan Payung Hukum terhadap upaya Pemekaran Kecamatan yang ada di Kecamatan Belinyu dan Riau Silip.

"Ini baru tahapan Perda untuk pemekaran Kecamatan yang ada di Belinyu,  Perda ini sebagai payung hukumnya dulu pemekaran Kecamatan dan merupakan bentuk dukungan kita, terhadap daerah yang ingin daerahnya dimekarkan,"kata Mulkan.

Ia menambahkan, masih ada proses panjang yang akan dilalui dalam melakukan pemekaran Kecamatan terutama persiapan langsung dilapangan.

"Nanti kita lihat dulu kesiapan di dalam pemekaran bukan hanya memekarkan, tetapi harus ada kesiapan dilapangan seperti apa," ujarnya.

 (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved