Berita Pangkalpinang

Gagalkan Dua Koli Daging Beku Masuk Bangka, Petugas Karantina Lakukan Pemusnahan

Petugas Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkalbalam menggagalkan penyelundupan sebanyak dua coli seberat 62 kilogram

Gagalkan Dua Koli Daging Beku Masuk Bangka, Petugas Karantina Lakukan Pemusnahan
Bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Petugas Karantina Hewan saat memusnahkan barang bukti daging beku sapi asal Jakarta masuk Bangka tanpa kelengkapan dokumen resmi, Kamis (12/9/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Petugas Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkalbalam menggagalkan penyelundupan sebanyak  dua koli  seberat 62 kilogram daging sapi beky asal Jakarta di sebuah kargo di Kawasan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Jumat (10/5/2019).

"Kejadiannya bertempat di gudang kargo kawasan bandara Depati Amir. Saat itu dilakukan tindakan karantina penahanan terhadap daging sapi beku sebanyak 2 koli (62 Kg) dikarenakan tidak dilengkapi dokumen (Sertifikat Sanitasi Produk Hewan--red) dari daerah asal Jakarta (Bandara Soekarno Hatta--red)," jelas Kepala Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkal Balam, Saifudin Zuhri saat menggelar jumpa pers, Kamis (12/9/2019) di Kantor Karantina setempat.

Dijelaskanya, lebih lanjut, petugas karantina saat itu  terpaksa melakukan penahanan terhadap  daging beku asal Jakarta itu melalui bandara yang melakukan pembongkaran di Bandara  Depati Amir Pangkalpinang dikarenakan tidak melapor kepada para petugas karantina.

"Pemasukan media pembawa menggunakan jasa ekspedisi Pengiriman barang SPX Cargo pangkalpinang dan alat angkut berupa Pesawat Sriwijaya Air (SJ 076)," terang Saiful.

Menurutnya, jika tindakan karantina penahanan sejumlah daging beku berasal dari petugas Karantina Hewan, Risma Indra P saat itu awalnya mencurigai barang yang dibungkus dengan karung dan kardus yang berasal dari Bandara Soekarno Hatta melalui Penerbangan Sriwijaya air.

"Nah setelah dilakukan pemeriksaan atas persetujuan penanggungjawab barang (ekspedisi) dan disaksikan Avsec maka ditemukan adanya daging sapi beku dan tidak dilengkapi dengan dokumen karantina," ungkap .

Selanjutnya, petugas Karantina pun melakukan tindakan karantina penahanan dengan mengeluarkan Surat Perintah Penahanan dan Berita Acara Penahanan (BAP) terhadap daging sapi beku tersebut.

"Kemudian oleh petugas karantina diterbitkan berita acara penolakan (9b) supaya dalam waktu 3 x 24 jam segera dikembalikan ke daerah asal sesuai dengan Pasal 15 Undang Undang No 16 Tahun 1992 , dan pemilik menolak untuk mengembalikan sehingga dilakukan tindakan karantina berupa pemusnahan sesuai dengan Pasal 16 Undang Undang No 16 Tahun 1992," jelasnya Saiful.

Berdasarkan analisa risiko dikatakanya bahwa media pembawa berupa bahan asal hewan (daging) dapat menyebabkan penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan prion. Beberapa bakteri dapat ditularkan dari makanan (food borne disease) diantaranya adalah; Antraks, Salmonella, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Clostridium botulinum.

Bakteri-bakteri ini menurutnya merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit pada manusia baik karena bakteri itu sendiri maupun toksin yang dihasilkan yang secara sengaja ataupun tanpa sengaja tertelan oleh manusia.

"Infeksi bakteri-bakteri tersebut dalam bahan asal hewan dan atau hasil bahan asal hewan dapat terjadi pada saat hewan masih hidup, selama proses pemotongan, proses pengolahan, penyimpanan dan saat transportasi," kata Saiful.

Penyakit mulut dan kuku dikatakanya merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui daging sapi, sedangkan penyakit lain yang dapat ditularkan oleh prion yang terdapat dalam daging sapi adalah penyakit Sapi Gila atau BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy). Oleh karena itu dilakukan pemusnahan terhadap media pembawa berupa daging sapi beku tersebut.

Ditegaskannya bahwa dilakukan tindakan pemusnahan, pemilik media pembawa HPHK dan OPTK tidak berhak menuntut ganti rugi apapun. ( UU No. 16 Tahun 1992 pasal 16 ayat 2 ).

"Dengan terlaksananya kegiatan ini kami mengharapkan pemahaman dan peran serta masyarakat dapat semakin meningkat terhadap pelaksanaan tindakan karantina hewan dan tumbuhan," harapnya. (Bangkapos.com/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved