Mahkamah Agung Tolak Putusan PN Pangkalpinang Soal Kasus Korupsi Kades Belo Laut

MA menolak putusan Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang yang menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan terhadap Mantan Kades Belo Laut Amrin Saimi (52)

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mahkamah Agung (MA) menolak putusan Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, tingkat pertama, yang menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan terhadap Mantan Kades Belo Laut Amrin Saimi (52).

Amrin Saimi, ditetapkan sebagai terpidana kasus tindak pidana korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga yakni perusahaan kelapa Sawit dan Kapal Isap Produksi (KIP) untuk Desa Belo Laut, kecamatan Muntok.

Sebelumnya, Amrin Saimi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka Barat selama enam tahun. Sementara, Amrin divonis satu tahun enam bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Oktavianne, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Agung, menyebut pihaknya telah menerima salinan petikan putusan MA atas nama terpidana Amrin Saimi.

Dimana isi salinan petikan tersebut mengadili, menolak permohonan kasasi dari pemohon II/ terdakwa Amrin Saimi.

Mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi 1/penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

"Kami sudah menerima salinan petikan putusan Ma atas nama terpidana. Yang mana putusan MA tersebut diputuskan dalam rapat musyawarah majelis hakim pada hari Senin tanggal 29 Juli 2019 yang mana salah satu poin petikan putusan tersebut, membatalkan putusan pengadilan tindak pidana pada Pengadilan Tinggi Bangka Belitung nomor 1/PID/TPK/2019/PT BBL, tanggal 7 Februari 2019 yang menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Pangkalpinang nomor 15/Pid.SUS-TPK/2018/PNPgp, tanggal 3 Januari 2019," ujar Agung dalam konfrensi Pers, Kamis (12/9/2019).

(Bangka Pos/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved