Survei Rencana Planetarium, Babel Fokus Pada Tiga Lokasi

"GOR Sahabudin berpeluang menjadi lokasi Planetarium, lokasi tersebut mempunyai ruang untuk penambahan fasilitas lainnya,"

Survei Rencana Planetarium, Babel Fokus Pada Tiga Lokasi
Bappeda Prov. Babel
Kabid Penelitian dan Pengembangan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Adhari 

BANGKAPOS.COM-- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan survei terkait lokasi Planetarium yang rencananya akan di bangun. Ada tiga lokasi yang di survei, pertama Bukit Kejora, kedua lahan dibawah Bukit Kejora dan ketiga di area GOR Sahabudin.

Menurut Kabid Penelitian dan Pengembangan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Adhari, pembangunan Planetarium di Bukit Kejora akan terkendala perizinan dari Otoritas Penerbangan. Sedangkan untuk lokasi yang ada di bawah Bukit Kejora terkendala status kepemilikan lahan.

"GOR Sahabudin berpeluang menjadi lokasi Planetarium, selain status kepemilikan lahan yang dimiliki Pemprov, lokasi tersebut mempunyai ruang untuk penambahan fasilitas lainnya," ungkap Adhari pada saat Rapat Terkait Rencana Lokasi Taman Bintang atau Planatarium di ruang rapat Buku Limau, Kamis (12/9/2019).

Lebih jauh Adhari menambahkan, Planetarium yang akan di bangun mengusung konsep eduwisata, sebagai tempat wisata dan edukasi. Diharapkan Planetarium dapat menarik wisatawan, tidak hanya dari Bangka Belitung tapi juga dari luar Babel.

"Secara garis besar, tiga lokasi ini tetap menjadi fokus, namun rekomendasi baru akan keluar setelah ada kajian dari Tim ITB," ungkap Adhari pada saat Rapat.

Suasana Rapat Rencana Lokasi Taman Bintang atau Planatarium di ruang rapat Buku Limau, Kamis (12/09).
Suasana Rapat Rencana Lokasi Taman Bintang atau Planatarium di ruang rapat Buku Limau, Kamis (12/09). (Bappeda Prov. Babel)

Pada kesempatan yang sama, Asisten Peneliti dari Observatorium Bossca, Dwi Yoshafetri Yuna menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah memberi perhatian terhadap dunia Astronomi di Indonesia.

"Selama ini Astronomi dipandang sebelah mata, padahal astronomi dapat menjadi tema pariwisata yang potensial, untuk itu saya mengapresiasi langkah Babel yang menjadikan astronomi menjadi tema pariwisata," kata Dwi Yoshafetri Yuna.

Ditambahkan olehnya, planetarium bukan sesuatu hal yang baru. Ada sekitar 3000 Planetarium di dunia. Di Indonesia sendiri, Planetarium salah satunya ada di Jakartq.

"Berdasarkan hasil identifikasi, ada beberapa fasilitas yang akan dibangun, seperti : Planetarium, Hilal Corner, Kelas dan Ruangan Seminar, Diorama Pameran, Taman Astronomi, dan Astro Camp, selain itu akan dimasukkan juga unsur kebudayaan Bangka Belitung yang berhubungan dengan Astronomi," ungkapnya. (Bappeda/Rizky)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved