Teori Crack Ternyata Warisan BJ Habibie Paling Berharga di Industri Dirgantara, Ini Penjelasannya

Teori Crack Ternyata Warisan BJ Habibie Paling Berharga di Industri Dirgantara, Ini Penjelasannya

infokomputer.grid.id
Apa itu Teori Crack?, Teori BJ Habibie di Industri Dirgantara 

Teori Crack ditemukan oleh Habibie pada 1960-an, ketika teknologi pesawat terbang belum secanggih sekarang.

Melalui teori ini, Habibie dapat mengkalkulasi keretakan pada badan pesawat yang disebabkan kelelahan atau fatique.

4 Seleb Ini Ternyata Tak Gengsi Pakai BPJS untuk Berobat di Rumah Sakit, Curhatan Ada di Kelas 3

Biasanya, titik rawan kelelahan pada bodi pesawat ini terjadi pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang, atau antara sayap dan dudukan mesin.

Hal itu disebabkan bagian inilah yang secara terus-menerus mengalami guncangan keras, baik ketika sedang take off maupun landing.

Ketika pesawat melakukan take off, sambungannya akan menerima tekanan udara atau uplift yang besar.

Sementara saat landing dan menyentuh landasan, bagian ini juga yang akan menanggung hempasan tubuh pesawat.

Lama-kelamaan, kelelahan pun terjadi, dan itu adalah awal dari keretakan (crack).

Semakin hari keretakan itu semakin memanjang dan dapat berakibat fatal, karena sayap pesawat bisa patah tanpa diduga.

Suami Selingkuh Terang-terangan, Sang Istri Malah Diikat dan Dipukuli hingga Kabur Lewat Jendela

Hal ini menyebabkan potensi fatique semakin besar.

Melihat dunia penerbangan dengan permasalahan seperti itu, BJ Habibie kemudian datang menawarkan solusi.

Halaman
1234
Penulis: tidakada005
Editor: asmadi
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved