Berita Sungailiat

Waspada Kabut Asap Kembali Terjadi di Lintas Timur, Merawang, Termasuk Wilayah Tuatunu

epekan ini, saat jam-jam tertentu seperti pagi hari, kabut asap terjadi di Jalan Lintas Timur, Merawang, dan sekitarnya

Waspada Kabut Asap Kembali Terjadi di Lintas Timur, Merawang, Termasuk Wilayah Tuatunu
Dokumen Bangka Pos
Anggota sedang melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di jalan Lintas timur, Senin (09/09). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa, Kamis (12/9/2019) mengatakan kabut asap rentan terjadi di kawasan jalan Lintas Timur dan sekitarnya. Pasalnya kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga November 2019 mendatang.

"Sampai November prediksinya kemarau ini berlangsung. Jadi potensi kabut asap ini terus terjadi itu ada kalau kebakaran lahan terus terjadi," kata Mikron.

Mikron mengatakan, sudah sepekan ini saat jam-jam tertentu seperti pagi hari, kabut asap terjadi di Jalan Lintas Timur, Merawang, dan sekitarnya, termasuk di sebagian wilayah Tuatunu. Penyebabnya adalah asap kebakaran lahan gambut di sekitarnya terbawa angin ke arah barat .

Jarak pandang di jalan raya saat kabut asap terjadi hanya tiga hingga lima meter. Di pemukiman warga sekitarnya kabut asap juga turun saat pagi hari dan menghilang pada siang hari.

Kalakhar BPBD Babel Mikron Antariksa
Kalakhar BPBD Babel Mikron Antariksa (bangkapos.com / DEDY QURNIAWAN)

"Itu kabut asap dari kebakaran yang terjadi lahan kambut. Di pemukiman warga itu, sampai turun butiran-butiran hitam sisa kebakaran," kata dia.

Mikron mengatakan, BPBD Babel sudah membagikan masker kepada warga dan sekitarnya. Unit-unit mobil Damkar lintas instansi dari berbagai satuan dikoordinasikan untuk dikerahkan menangani kebakaran lahan di jalan Lintas Timur dan sekitarnya sepekan terakhir.

"Sampai sekarang kalau pagi-pagi masih ada kadang kabut asap itu. Dalam seminggu ini saja sudah 60 hingga 70 hektare lahan terbakar di Babel. Upaya kami lainnya adalah sosialisasi agar mesyarakat ikut mencegah atau mengurangi potensi-potensi terjadinya kebakaran lahan ini," ujar Mikron.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved