Berita Bangka Selatan

400 Hektare Sawah Di Desa Rias Terancam Gagal Panen, Petani Bisa Rugi Hingga Rp 2,4 Milliar

Seluas 400 hektare sawah di Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terancam gagal panen

400 Hektare Sawah Di Desa Rias Terancam Gagal Panen, Petani Bisa Rugi Hingga Rp 2,4 Milliar
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Padi di lahan persawahan Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan yang kering, Jumat (13/9/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Seluas 400 hektare sawah di Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terancam gagal panen. Bahkan sudah 100 hektar diantaranya sudah dipastikan gagal panen dikarenakan kekeringan.

Menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Rias Aryanton kekeringan sudah dimulai sejak bulan Juli 2019, namun kekeringan semakin parah dirasakan oleh para petani di Desa Rias.

Dari pantauan Bangkapos.com di lapangan, 400 hektare lahan tersebut berada di daerah Balai Benih, jika melihat sekilas memang padi di daerah tersebut terlihat hijau, namun jika melihat ke bawah, terlihat jelas retakan tanah terlihat menganga kering kerontang.

Aryanto mengatakan dampak dengan akhir bulan ini masih tidak ada hujan, maka bisa dipastikan sisa 300 hektare persawahan di desa tersebut gagal panen.

"Ini sudah mengkhawatirkan, kalau pertengahan bulan ini ada hujan mungkin sisa 300 hektare ini bisa diselamatkan, tapi kalau sampai akhir bulan ini tidak ada hujan, sudah dipastikan panennya gagal total," keluh Aryanto, Jumat (13/9) di kediamannya.

Padi di lahan persawahan Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan yang kering, Jumat (13/9/2019)
Padi di lahan persawahan Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan yang kering, Jumat (13/9/2019) (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Ia mengatakan,  kekeringan di tahun ini sebenarnya sama seperti tahun kemarin, namun dikarenakan penanaman padi tahun ini molor sekitar satu bulan, jadilah potensi gagal panen semakin besar.

Sebenarnya di Desa Rias terdapat empat buah kolong yang selama ini dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah mereka, seperti Kolong Yamin, Kolong Bukong, Kolong Pumpung, dan Kolong Metukul, tetapi sampai saat ini kolong yang masih menyisakan air adalah Kolong Metukul dan Kolong Pumpung.

"Dua kolong masih ada airnya, tapi ga bakal cukup buat menghindari gagal panen," tegas Aryanto.

Diakui sebenarnya pemerintah sudah berupaya banyak untuk mengatasi kekeringan di Desa Rias, mulai dari pompanisasi, sampai pembuatan jalur irigasi. Namun memang ancaman gagal panen di tahun ini lebih kepada faktor alam.

Jika ke-400 hektare sawah tersebut gagal panen, maka Aryanto memperkirakan petani akan mengalami kerugian hingga Rp 2,4 Milliar. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved