Advertorial

FISIP UBB Gelar Pelatihan Hadapi Revolusi Industri 4.0

JURUSAN Sosiologi Fakultas Ilmu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) menggelar Kuliah Umum

FISIP UBB Gelar Pelatihan Hadapi Revolusi Industri 4.0
bangkapos/agus nuryadhyn
Dr Ibrahim, Dekan FISP UBB saat menyampaikan sambutan dan membuka kuliah umum Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Bangka Belitung, Kamis (12/9). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) menggelar Kuliah Umum yang berlangsung di Ballroom Puri Utama PIA Hotel Pangkalpinang, Kamis (12/9).
Kuliah umum ini membahas tema tentang “Integrasi Budaya dan Social Engineering dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Bustami Rahman dan Novri Susan serta moderator Aimie Sulaiman Ibrahim selaku Dekan FISIP UBB dalam sambutannya mengatakan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, akademika harus mempersiapkan diri.

“Perkembangan Industri Revolusi 4.0 merupakan perkembangan tekhnologi yang berimplikasi terhadap perkembangan sosial. Tantangannya jangan hanya bicara, tapi menyiapkan masyarakat,” ungkap Ibrahim.

Disisi lain Guru Besar Sosioligi FISIP UBB, Bustami Rahman mengatakan bila melihat orang lari beranting.
Maka menurut Bustami, orang pertama seharusnya dipilih pelari kategori keempat-empatnya sama rata-rata cepat.

“Karena dulunya saya lari beranting, saat muda untuk pelari pertama pelari yang paling cepat. Sedangkan yang rata-rata cepat adalah pelari no 2 dan 3,” jelas Bustami.

Sebaliknya kata Bustami, bila berada dal dunia revolusi maka untuk pelari pertama lambat sekali. Dimana menurut Bustami, bahwa larinya berabad-abad.

Dikemukakan Bustami bahwa yang menunggu Revolusi 2.0 menunggunya lama sekali.

“Jangan-jangan orangnya berjalan merangkak atau sudah lari dari tracknya yang masuk ke kampung-kampung dan yang kita tunggu-tunggu tidak sampai,” ujarnya.

Sehingga Bustami menjelaskan bahwa itu yang terjadi di dunia nyata. Dimana yang 1.0 lama, tetapi sekarang itu masih ada orang yang berlari.

“Revolusi industri bukan antar generasi, tetapi antar lapisan dalam masyarakat,” jelas Bustami.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved