Berita Pangkalpinang

Gagal Panen Padi di Babel Karena Kekeringan Sudah Mencapai Rp 2 M dari Klaim Asuransi Petani

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi mengatakan kerugian kegagalan panen padi

Gagal Panen Padi di Babel Karena Kekeringan Sudah Mencapai Rp 2 M dari Klaim Asuransi Petani
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Padi di lahan persawahan Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan yang kering, Jumat (13/9/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi mengatakan kerugian kegagalan panen padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akibat kekeringan di musim kemarau saat ini sudah mencapai Rp 2 miliar.

"Sekitar Rp 2 miliaran kerugian, itu kita klaim asuransi. Kalau mau bergabung dengan asuransi petani, sebelum dia melakukan penanaman mendaftarkan ke kita membawa identitas, bukti lahan yang mau ditanam, nanti tim kita survei, dan ada proses vertifikasi dilapangan. Nanti sudah sudah terdaftar asuransi, ini gratis," jelas Juaidi kepada bangkapos.com. Jumat,(13/9/2019).

Juaidi mengatakan asuransi tersebut gratis dikarena 80 persen anggaran pemerintah pusat, dan 20 persen APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk membantu jika ada bencana, dan asuransi ini hanya berlaku untuk tanaman padi, dan sapi bibit diluar jenis itu belum ada.

"Sekarang jumlah peserta asuransi petani kita per musim tanam. Kita masih sekitar 2 ribuan hektar, padahal kita ada kuota 3.000 hektar," ungkapnya.

Petani padi yang mengalami kerugian bila sudah terdaftar di asuransi petani akan mendapat klaim Rp 6 juta/ hektar. Namun sebelum menerima klaim, akan diproses terlebih dahulu.

"Untuk tahun ini musim tanam saat ini belum ada yang diklaim, kita proses terlebih dahulu yang melapor. Biasanya klaim ini bisa berlaku bila padi diserang hama, bencana kekeringan seperti ini, yang tidak bisa dikendalikan manusia," kata Juaidi.

Dia berharap agar para petani bisa memperkirakan masa tanam padi, memperhatikan prediksi cuaca dari BMKG, agar tidak mengalami kerugian. Mengenai prediksi bahwa November nanti akan selesai masa kekeringan sehingga mungkin mulai bisa mempersiapkan lahan untuk bertanam padi. (Bangkapos.com/Cr2)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved