Berita Belitung Timur

Hendak Membersihkan Badan Usai Melimbang Timah, Zulman Diterkam Buaya di Kulong Kero Beltim

Seorang penambang timah di Kulong Kero diterkam buaya saat hendak membersihkan badannya di sungai

Hendak Membersihkan Badan Usai Melimbang Timah, Zulman Diterkam Buaya di Kulong Kero Beltim
Istimewa
Zulman, korban diterkam buaya sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit 

BANGKAPOS.COM - Seorang penambang timah di Kulong Kero diterkam buaya saat hendak membersihkan badannya di sungai yang tak jauh dari Pantai Sengaran atau Laut Pering, Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit, Jumat (13/9/2019).

Korban bernama Zulman (55) asal Dusun air Sagu, Desa Mayang sehari-hari bekerja melimbang timah.

Berdasarkan keterangan dari badan koordinator Tagana Belitung Timur Mahroni Hidayat Kejadian sekitar pukul 15.20 WIB, Jumat (13/9/2019).

Ia menjelaskan kronologi kejadian, yakni korban sempat dilarikan ke puskemas Kelapa Kampit untuk dibersihkan luka-luka robek akibat gigitan buaya pada kaki kirinya, untuk mendapatkan pertolongan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Belitung Timur.

Ditemui posbelitung.co di RSUD Belitung Timur pihak keluarga dan kerabat dekat Zulman masih menunggui korban yang sedang mendapatkan penanganan serius dari pihak rumah sakit.

David, keponakan Korban yang juga warga Dusun Air Sagu mengatakan, rekan Zulman yang berada di kolong sebelah tempat lokasi Zulman mencari timah berlari saat mendengar teriakan.

"Di kulong kan sendirian, kawannya tadi yang nolong tidak ikut ke sini, jadi waktu dengar teriakan tolong, kawannye belari ngedekat ditariknya lah ke darat, baru lah lari ke Keluarga bilang beliau diterkam buaya," ujar David kepada posbelitung.

Menurut David saat ditarik oleh kawannya ke darat, buaya memang sudah melepaskan korban. Dia  merasa miris dengan buaya yang berada di sekitaran daerah Pering tersebut.

"Miris sih Kalau dihitung- hitung, buaya dari kulong ke kulong itu belasan ekor jumlahnya," ujarnya.

Menurut David sebagaian besar rata-rata mata pencaharian dusun air Sagu bergantung di kulong tersebut. Tak hanya berbahaya bagi penambang sekitar, diakuinya keberadaan buaya mengancam nyawa para nelayan.

(Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved