Irjen Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK Meski KPK Sudah Surati DPR

Terpilihnya Irjen Firli sebagai Ketua KPK menimbulkan tanda tanya karena KPK sebelumnya menyatakan Filri melanggar tiga kode etik berat.

Irjen Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK Meski KPK Sudah Surati DPR
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Capim Komisi Pemberantasan Korupsi Irjen Firli Bahuri menjalani tes wawancara dan uji publik di Gedung 3 Lantai 1, Setneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Irjen Filri Bahuri resmi ditetapkan sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

KPK sebelumnya menyurati DPR soal dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli. 

Pertama, pertemuan Irjen Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018 lalu.

Kemudian, KPK mencatat Irjen Firli pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK juga mencatat Irjen Firli pernah bertemu dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Bahkan, KPK juga telah menyurati DPR RI soal rekam jejak dan status Irjen Firli tersebut.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, KPK berharap surat tersebut dapat menjadi pertimbangan DPR dalam proses pemilihan calon pimpinan KPK.

Menurut Saut Situmorang, seorang pimpinan harus mempunyai integritas serta tidak memiliki afiliasi politik supaya KPK tidak terjerumus dalam pusaran kepentingan politik.

Namun, DPR RI hanya menganggap surat dari KPK itu sebagai angin lalu.

Sampai berita ini diturunkan masih diupayakan konfirmasi soal dugaan pelanggaran kode etik tersebut.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved