Berita Sungailiat

Api Berkobar di Bukit Panca Desa Cit, Warga Khawatir Kebun Ikut Terbakar

Seorang Warga Desa Cit, KD (40) kepada Bangka Pos, Sabtu (14/9/2019) mengatakan, api masih berkobar.

Api Berkobar di Bukit Panca Desa Cit, Warga Khawatir Kebun Ikut Terbakar
(Ist/Foto Kiriman Warga Cit, KD).
Kebakaran di Bukit Panca Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka, Sabtu (14/9/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Bukit Panca Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka, terancam tandus. Api sudah beberapa hari terakhir melalap hutan di dataran tinggi itu. Dikhawatirkan, selain merusak populasi atau habitat bukit, api bakal menjalar ke kebun warga.

Seorang Warga Desa Cit, KD (40) kepada Bangka Pos, Sabtu (14/9/2019) mengatakan, api masih berkobar. Kepulan asap dari kejauhan terlihat sejak satu pekan terakhir.
Belum diketahui pasti, penyebab munculnya api. Ia berharap kebakaran hutan di Bukit Panca segera terhenti. 

"Sudah sekitar sepekan ini terlihat titik api dari kejauhan di Bukit Panca Desa Cit. Api tak kunjung padam. Tidak tahu dari mana sumber api. Yang jelas kebakaran di bukit itu masih terjadi hingga hari ini," keluh KD, Sabtu (14/9/2019).

Kepulan asap terlihat saat kebakaran di Bukit Panca Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka, Sabtu (14/9/2019)
Kepulan asap terlihat saat kebakaran di Bukit Panca Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka, Sabtu (14/9/2019) ((Ist/Foto Kiriman Warga Cit, KD).)

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar), M Fauzie ketika dikonfirmasi Bangkapos.com, Sabtu (14/9/2019) mengaku belum mendapat info terkait kebakaran di Bukit Panca. "Nanti saya cari info dulu, soalnya belum ada kawan kita di damkar yang kasih info ke kita," kata Fauzi.

Sementara itu, sudah ratusan hektare  lahan dan hutan terbakar di Kabupaten Bangka. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memuncak sejak dua bulan terakhir. Namun belum satu pun pelaku yang ditangkap, kendati ancaman hukuman penjara menanti. Padahal diatur dalam Undang-Undang (UU) RI, Nomor 18 Tahun 2004 Pasal 48 Ayat 1.

Intinya pada pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja membuka dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved