Hadiri Festival Sembhayang Bulan, Markus Apresiasi Toleransi Umat Beragama di Babar

Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyempatkan diri menghadiri malam penutupan Festival Sembahyang Bulan di desa Puput, Kecamatan Parittiga

Hadiri Festival Sembhayang Bulan, Markus Apresiasi Toleransi Umat Beragama di Babar
Ist
Bupati Bangka Barat, Markus SH, berbaur dengan warga Parittiga dan sekitarnya saat menghadiri malam penutupan Festival Sembhayang Bulan, Sabtu (14/9) malam. 

BANGKAPOS.COM-- Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyempatkan diri menghadiri malam penutupan Festival Sembahyang Bulan di desa Puput, Kecamatan Parittiga, Sabtu (14/9) malam. Kehadiran Markus disambut antusias warga setempat.

Dalam sambutannya, politisi PDI Perjuangan itu mengapresiasi kultur harmoni umat beragama di Kabupaten Bangka Barat terutama di Kecamatan Parittiga yang sudah terjalin kuat selama ini.

"Saya usahakan selalu sempatkan diri datang menghadiri setiap perayaan pagelaran budaya seperti pesta adat sedekah kampung, termasuk festival sembhayang bulan malam ini. Saya melihat yang hadiri festival ini masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan manapun. Semua melebur di sini jadi satu, ini luar biasa. Ini menunjukan bahwa budaya toleransi sangat tinggi di Bangka Barat termasuk Parittiga. Ini kekayaan yang harus dijaga. Marilah menjaga kerukunan, menjaga persatuan, persaudaraan. Sebab itulah modal kita membangun Bangka Barat Hebat," katanya mantap.

Bupati Markus saat menyampaikan sambutan di acara malam penutupan sembahyang bulan di desa Puput, Kecamatan Parittiga
Bupati Markus saat menyampaikan sambutan di acara malam penutupan sembahyang bulan di desa Puput, Kecamatan Parittiga (Ist)

Toleransi umat beragama yang disampaikan Bupati Markus diamini Kepala Desa Puput, Thomas L. Menurutnya, masyarakat desa Puput dan Kecamatan Parittiga adalah masyarakat cinta damai, masyarakat yang toleran.

"Kita sepakat bahwa festival sembhayang bulan ini adalah perayaan bersama, perayaan keberagaman. Dalam festival ini semua agama dan suku ikut berbaur, tanpa jarak. Kita melihat saat arak-arakan tepekong dari Klenteng, yang ikut memeriahkan tidak hanya barongsai tapi ada trumband dan kuda lumping," katanya di lokasi acara yang dihadiri ribuan warga itu.

Thomas berharap, ke depan festival ini semakin meriah dengan dukungan penuh baik dari Pemda Bangka Barat maupun Pemprov Bangka Belitung.

Sekedar diketahui, festival sembhayang bulan ini dalam tradisi Tionghoa merupakan hari sukacita yang dilambangkan dengan kehadiran bulan purnama penuh. Berdasarkan perhitungan kalender China (Imlek), festival ini jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8. (Humas Pemkab Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved