Berita Belitung

Marak Abate Dijual Seharga Rp 20 Ribu di Belitung Timur, Dinas Kesehatan Tegaskan Tak Pungut Biaya

Wanita yang akrab disapa Mak Pen menceritakan kabar yang beredar di masyarakat adanya penjualan yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan.

Marak Abate Dijual Seharga Rp 20 Ribu di Belitung Timur, Dinas Kesehatan Tegaskan Tak Pungut Biaya
dokumentasi Dinkes PPKB Belitung Timur
Contoh abate yang diperjualbelikan di masyarakat oleh oknum tidak bertanggung jawab yang seharusnya gratis. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) PPKB Kabupaten Belitung Timur, Supeni mengingatkan warga bahwa Dinkes tak memungut biaya atas kebutuhan bubuk Abate.

Wanita yang akrab disapa Mak Pen menceritakan kabar yang beredar di masyarakat adanya penjualan yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan.

"Menindaklanjuti berita dan informasi yang marak beredar di masyarakat akhir-akhir ini atas adanya penjualan bebas abate dari rumah ke rumah dengan harga yang dipatok antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Dinkes tidak pernah memungut biaya, itu cuma-cuma alias gratis," jelas Mak Pen pada posbelitung.co, Minggu (15/9/2019).

Seizin Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, Mak Pen menjelaskan sistem yang berjalan selama ini.

Abate akan didistribusikan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur hanya atas permintaan resmi dari UPT Puskesmas se-Kabupaten Belitung Timur yang selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui desa atau kader kesehatan.

"Jika ditemui ada pihak yang memperjualbelikan ini. Masyarakat bisa melaporkan kepada pihak desa atau UPT puskesmas setempat atau pun Dinas Kesehatan dengan nomer layanan (13092019)," beber Mak Pen.

(Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved