Anggota DPRD Bangka Usai Dilantik, Dosen UBB Ibrahim Sebut Utamakan Janji Sebagai Wakil Rakyat

Dosen Ilmu Politik UBB, Ibrahim mengatakan pelantikan anggota DPRD adalah babak baru dari sebuah relasi politik dan birokrasi.

Anggota DPRD Bangka Usai Dilantik, Dosen UBB Ibrahim Sebut Utamakan Janji Sebagai Wakil Rakyat
Istimewa
Dosen ilmu Politik Fisip UBB, Ibrahim 

Anggota DPRD Bangka Usai Dilantik, Dosen UBB Ibrahim Sebut Utamakan Janji Sebagai Wakil Rakyat

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Dosen Ilmu Politik UBB, Ibrahim mengatakan pelantikan anggota DPRD adalah babak baru dari sebuah relasi politik dan birokrasi.

Komposisi baru tentu saja berbeda dengan komposisi sebelumnya. Ada adaptasi baru kedua belah pihak dan saya kira eksekutif harus bijak memposisikan diri di antara relasi yang mungkin masih akan terasa kaku di awal.

"Anggota DPRD saya kira punya misi yang harus ditunaikan. Janji sebagai wakil rakyat sebaiknya diutamakan, tentu saja kaitannya pada pemenuhan hak publik sesuai janji kampanye. Meski sebagai wakil rakyat, janji para legislator mengikat mereka untuk fokus pada implementasi. Ini soal moralitas,"ungkapnya kepada Bangkapos.com, Senin (16/9/2019).

Ia menambahkan berkenaan dengan iming-iming pendapatan, tentu saja gaji dan tunjangan yang akan didapatkan sangat memadai. Selama 5 tahun ke depan tak ada yang perlu dikhawatirkan soal pendapatan.

"Lebih baik fokus menata visi politik dan menjalankan tugas secara maksimal. Negara telah menyiapkan fasilitas yang memadai sebagai wakil rakyat. Harapannya, dengan fasilitas itu mereka akan fokus pada tugas-tugas kedewanan dan tidak terbebani dengan hutang budi pada konstituen dalam arti imbal jasa pemenangan,"lanjutnya.

Ibrahim membayangkan para wakil rakyat akan fokus pada tugas utamanya. Meski tentu saja pinjam-meminjam finansial adalah hal biasa, namun dengan fasilitas yang diterima saya kira optimalisasi fungsi akan berjalan dengan baik.

"Pun demikian, urusan finansial sifatnya sangat privat dan menyangkut otonomi. Tak ada yang salah, tapi saya kira kerangkanya adalah jangan memberatkan dan yang terpenting tidak melihat posisi kedewanan sebagai posisi representasi yang mencerminkan watak kerakyatan,"tukasnya

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 35 anggota DPRD Kabupaten Bangka periode 2019-2024 telah resmi dilantik dan mengucapkan janji serta sumpah jabatan untuk mengemban tugas sebagai wakil rakyat.

Pelantikan dilakukan di kantor DPRD Kabupaten Bangka, pada Senin (16/9) disaksikan oleh ratusan mata yang hadir melihat 35 anggota DPRD terpilih diambil sumpahnya.

Tentunya dalam waktu dekat, ke 35 anggota DPRD tersebut akan menerima Surat Keterangan (SK) menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka, tentunya SK tersebut memiliki nilai dan bisa bermanfaat apabila memang anggota Dewan, kepincut memerlukan dana dengan menggadaikanya ke pihak Bank.

Namun, Ketua DPRD sementara Kabupaten Bangka Jumadi, menyarankan anggota yang baru saja dilantik jangan langsung menggadaikan SKnya, karena akan berdampak pada besarnya bunga sehingga menyulitkan para anggota dalam hal kesejahteraan.

Ia mengakui, ratusan juga bisa didapatkan untuk menggadaikan SK tersebut, namun ia meminta untuk anggota kembali berfikir melihat itu, apakah memang kebutuhan atau keinginan.

"Kalau kita menyarankan untuk anggota DPRD periode 2019-2024 tegantung niat menggadaikan SK, karena kebutuhan atau keinginan, kita bisa menilahnya, harus memilah itu, pesan saya secara pribadi, tidak usalah, karena kita pertama masalahnya gadai SK otomatis nilai yang kita bayar ke pihak Bank luar biasa, kasihan anggota dari segi kesejahteraan nanti,"kata Jumadi kepada wartawan, Senin (16/9).

(Bangkapos/Rik Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved