Satpol PP di Bangka Belitung Minta Dipersenjatai, Penambang Pakai Pistol Jadi Alasan

Satpol PP Provinsi Bangka Belitung mengajukan anggaran hampir Rp 1 miliar untuk peralatan pendukung penertiban tambang ilegal.

Satpol PP di Bangka Belitung Minta Dipersenjatai, Penambang Pakai Pistol Jadi Alasan
tribunnews
ilustrasi 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Propinsi Kepulauan Babel, Yamoa mengakui bila Satpol PP mengajukan anggaran untuk pembelian senjata api.

Yamoa menjelaskan pengajuan senjata api tersebut untuk mendukung pekerjaan Satpol PP dalam melakukan penertiban, khususnya tambang.

"Iya, ini khusus untuk penyidik kita melaksanakan tugas penertiban, seperti tambang ilegal.

Kita belum ada senjata api, provinsi lain ada.

Bahkan kabupaten pun sudah ada, seperti Kabupaten Bangka Selatan," kata Yamoa dihubungi bangkapos.com.

Anggota tim gabungan melakukan pembongkaran ponton di tambang ilegal aliran sungai Teluk Bayur Kec. Pangkalbalam, Jum'at (21/6).
Anggota tim gabungan melakukan pembongkaran ponton di tambang ilegal aliran sungai Teluk Bayur Kec. Pangkalbalam, Jum'at (21/6). (Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)

Dia mengatakan senjata api tersebut untuk menjaga keamanan anggotanya saat melaksanakan tugas.

Pasalnya beberapa kali melakukan penertiban tambang ilegal, mereka terpaksa urung dikarenakan penambang pun menggunakan senjata api.

"Saya sendiri yang mengalaminya. Saat kami mau melakukan penertiban, tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Khawatir keselamatan anggota, terpaksa kita mundur," kata Yamoa.

Terkait senjata yang diajukan, dia mengatakan senjatanya jenis laras pendek atau jenis pistol.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved