Warga Pro Penambangan di Pantai Rebo Temui Gubernur Bangka Belitung

Menurut dia, polemik di sana bukan masalah penolakan semata. Melainkan juga ada warga yang mendukung aktivitas TI Rajuk dan KIP di perairan tersebut.

Warga Pro Penambangan di Pantai Rebo Temui Gubernur Bangka Belitung
Dokumen Bangka Pos
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman 

Warga Pro Penambangan di Pantai Rebo Temui Gubernur Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM - Fenko alias Lukhen, bersama dua rekannya yang lain, warga Sungailiat yang mendukung penambangan di perairan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka, mendatangi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (16/9/2019) sore tadi.

Dia menjelaskan, kedatangannya ini merepons petisi yang disampaikan para nelayan di Rebo beberapa waktu lalu.

Menurut dia, polemik di sana bukan masalah penolakan semata. Melainkan juga ada warga yang mendukung aktivitas TI Rajuk dan KIP di perairan tersebut.

"Jadi tidak serta merta menolak. Makanya kami ingin juga menjelaskan kepada Gubernur, bahwa masyarakat antusias menyambut masuknya KIP di sana karena membantu ekonomi mereka," kata Lukhen.

Dia mengaku, perekonomian warga yang terbantu itu telah dirasakan warga di sana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digulirkan selama ini.

"Kami mengharapkan Pak Gubernur bisa mengambil langkah bijak. Karena tidaj serta merta banyak menolak, yang pro pun banyak" katanya.

Lukhen mengklaim 80 persen masyarakat Rebo mendukung operasionlaisasi tambang laut di sana. "Termasuk nelayan," katanya.

Disinggung bahwa Bupati Bangka Mulkan telah bersurat ke Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengenai penolakan di sana, Lukhen menganggap hal itu sebagai hal yang biasa. Pihaknya juga telah bertemu Bupati Mulkan mengenai ini dan dijawab bahwa kewenangan terkait ini adalah kewenangan provinsi.

"Namanya aspirasi, tidak mungkin Pak Bupatinya diam. Cuma untuk di lapangannya kami tahu, tidak semuanya menolak. Masyarakat itu sulit terbuka juga," ucapnya.

Fenko alias Lukhen adalah perwakilan masyarakat yang bermitra dengan PT Mega Fajar, perusahaan KIP. Selain memberikan CSR dan dana kompensasi lainnya, dia menyebut operasionalisasi tambang laut di sana juga membuka lapangan kerja.

Sementara, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, gejolak masyarakat baik yang pro dan kontra penambangan di laut pasti tetap ada.

Ini ia sampaikan saat ditanyai mengenai pro dan kontra tambang laut di tengah pembahasan raperda RZWP3K yang tengah digodok di DPRD Babel.

"Gejolak RZWP3K itu tidak akan berhenti. Pro dan kontra itu biasa. Tetapi Babel harus memilih yang terbaik ini yang mana.Bukan berarti RZWP3K itu harga mati. Ini diatur sebaik-baiknya. Dan pasti ada yang dikorbankan, dan pasti ada yang suka dan tidak suka, namanya aturan," ucapnya.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved