Berita Sungailiat

Anggota Satpol PP Kabupaten Bangka Pernah Dibekali Senjata Api Gas Air Mata dan Peluru Hampa

Sat Pol PP Bangka pernah dibekali senjata api gas air mata dan peluru hampa namun telah ditarik oleh Polda Bangka Belitung.

Anggota Satpol PP Kabupaten Bangka Pernah Dibekali Senjata Api Gas Air Mata dan Peluru Hampa
Bangka Pos/ Nurhayati
Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM--Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman angkat suara terkait pengadaan senjata api untuk Satuan Polisi (Sat Pol) PP Provinsi Bangka Belitung.

Ia mengatakan, pihaknya pernah dibekali senjata api gas air mata dan peluru hampa namun telah ditarik oleh Polda Bangka Belitung.

Namun Suherman menilai, belum perlu penggunaan senjata api di kalangan Anggota Pol PP Kabupaten Bangka, karena Sat Pol PP lebih ke pembinaan terhadap kesadaraan masyarakat jangan sampai melanggar peraturan daerah (perda).

"Senjata api untuk Pol PP hanya senjata api gas air mata dan peluru hampa, senjata api Pol PP Kabupaten Bangka sudah ditarik Polda Babel ada dua unit," kata Kepala Kantor Satpol PP, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, kepada bangkapos.com, Selasa (17/9/2019).

Menueutnya, senjata api ini sebenarnya diperlukan di daerah-daerah yang kerawanannya tinggi, tetapi berdasarkan peraturan Permendagri Nomor 26 Tahun 2010 membatasinya.

"Kewenangan Satpol PP lebih ke pembinaan terhadap kesadaraan masyarakat jangan sampai melanggar Perda, untuk penindakan pun Pol PP ada PPNS. Teknis apabila berbahaya dan rawan, kita bisa meminta bantuan polisi. Tindakan Sat Pol kan bisa memperingati atau mengimbau masyarakat tidak melakukan pelanggaran perda. Kalau masih bandel dan melawan kita minta bantuan kepolisian dan TNI juga," kata Suherman.

Diakuinya, penggunaan senjata api tidak boleh sembarangan, dan perlu pendidikan dan tes psikologis.

"Pengunaan senjata tidak boleh sembarangan, saya juga pendidikan di Brimob talang kelapa dan psikologis. Protap yang tegas juga jangan sampai menyalahi prosedur, apalagi untuk petantang petenteng, yang penting Pol PP itu tegas dan amanah, itu senjata paling ampuh," tegas Suherman. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved