Berita Sungailiat

Diadili, Pasangan Aborsi di Sungailiat Dijerat Pasal Berlapis

Kasus aborsi bayi oleh pasangan bukan muhrim, Sonia (30) dan Lukri (30) kembali digelar

Diadili, Pasangan Aborsi di Sungailiat Dijerat Pasal Berlapis
bangkapos.com/Fery Laskari
Kasus aborsi bayi oleh pasangan bukan muhrim, sudah sampai ke 'meja hijau' PN Sungailiat Bangka. Tampak Terdakwa Sonia (30) dan Terdakwa Lukri (30) dikawal oleh Kanit Reskrim Polsek Sungailiat, Aiptu Reka Otorida. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus aborsi bayi oleh pasangan bukan muhrim, Sonia (30) dan Lukri (30) kembali digelar. Sidang digelar dalam berkas perkara terpisah oleh majelis hakim yang sama, Selasa (17/9/2019) di Pengadilan Negeri(PN) Sungailiat Bangka.

Khusus sidang berkas perkara Terdakwa Sonia (30), Selasa (17/9/2019), sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi karena pekan sebelumnya telah lebih dulu dibacakan surat dakwaan oleh jaksa. Saat sidang lanjutan, tiga orang saksi dihadirkan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Mario Marco.

Sementara sidang berkas perkara Lukri (30), Selasa (17/9/3019), baru dimulai, agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Trian. Pada agenda sidang terbuka untuk umum ini,
JPU Trian menjerat Terdakwa Lukri (30) menggunakan dua pasal. Kedua terdakwa dalam dua berkas perkara berbeda tersebut diadili oleh Majelis Makim, Dewi Sulistiarini (Ketua Majelis), Arief Kadarmo (Anggota Majelis) dan Joni Mauludin (Anggota Majelis). 

Ketua PN Sungailiat Bangka, Fatimah diwakili Humas R Narendra Mohni kepadA bangkapos.com, Selasa (17/9/2019) mengatakan, Terdakwa Lukri didakwa Pasal 77 a Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Atau (dakwaan) kedua, Pasal 346 KUHP," kata Narendra memastikan, Terdakwa Sonia juga dijerat pasal yang sama.

Sedangkan sidang melibatkan Sonia (30), pemeriksaan tiga orang saksi berjalan lancar. Para saksi telah memberikan keterangan di hadapan jaksa dan majelis hakim. Rencananya sidang akan dilanjutkan pekan depan.

"Agenda pemeriksaan saksi akan dilanjutkan pekan depan," kata Narendra.

Dilansir sebelumnya disebutkan kedok ibu dan ayah bayi, pelaku aborsi ini terbongkar karena polisi menemukan jejak di sekitar lokasi kejadian.

Tetes gumpalan darah yang masih menempel di ujung pipa saluran pembuangan kamar mandi menjadi satu di antara sekian petunjuk ungkap kasus pembuangan orok tak berdosa itu.

Hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP) tentu saja kuncinya. Berawal saat, Selasa (28/5/2019) pukul 08.00 WIB, Murni (60), Warga Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka bermaksud membersihkan saluran got di sekitar belakang rumahnya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved