Ekspor Bangka Belitung Didominasi Timah, Sektor Ini Diharapkan Bisa Jadi Penopang

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Devi Valeriani membeberkan data, bahwa 76,67 persen ekspor dari Babel adalah timah.

Ekspor Bangka Belitung Didominasi Timah, Sektor Ini Diharapkan Bisa Jadi Penopang - seminar-bertema-menjaga-kesehatan-apbn-di-tengah-keti.jpg
bangkapos.com/dedy q
Seminar bertema "Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global" yang digelar Kementerian Keuangan di Swiss Belhotel, Pangkalpinang, Selasa (17/9/2019).
Ekspor Bangka Belitung Didominasi Timah, Sektor Ini Diharapkan Bisa Jadi Penopang - dosen-fe-ubb-devi-valeriani-gsdgsdf.jpg
bangkapos.com/dedy q
Dosen FE UBB Devi Valeriani

Ekspor Bangka Belitung Didominasi Timah, Sektor Ini Diharapkan Bisa Jadi Penopang

BANGKAPOS.COM - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Devi Valeriani membeberkan data, bahwa 76,67 persen ekspor dari Babel adalah timah.

Di tengah harganya yang rendah saat ini, dia menilai kebijakan menahan ekspor akan tepat untuk mengerek harga timah.

Ini Devi sampaikan setelah menjadi narasumber pada seminar bertema "Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global" yang digelar Kementerian Keuangan di Swiss Belhotel, Pangkalpinang, Selasa (17/9/2019). Pada acara itu, Devi Valeriani memaparkan kondisi makro ekonomi Babel mutakhir.

Rilis pers dari acara tersebut menyoroti faktor perekonomian global bagi Bangka Belitung. Pengaruhnya ditandai dengan melemahnya aktivitas rill perekonomian dunia dan tekanan harga komoditas.

Rilis itu juga menyebutkan, Kepuluan Bangka Belitung merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi kedua terendah di Sumatera. Statistiknya menyebutkan, pada triwulan II 2019, perekonomian tumbuh 3,49 persen lebih lambat dibanding periode sevekumnya dan masih terus di bawah pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional.

Bukan timah, penyumbang terbesar hingga triwulan II tahun justru adalah lapangan usaha pertanian dengan harga komoditas yang diketahui juga tengah rendah.

Seminar bertema
Seminar bertema "Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global" yang digelar Kementerian Keuangan di Swiss Belhotel, Pangkalpinang, Selasa (17/9/2019). (bangkapos.com/dedy q)

Ditemui Bangka Pos setelah acara, Devi menyebut bagaimana perekonomian Babel sangat bergantung pada harga komoditas, khususnya timah. Sebagai gambaran, Devi membeberkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Babel dengan timah mencapai 2,79 persen, dan jika tanpa timah, PDRB hanya 1,76 persen.

"Sangat erat hubungannya terhadap komoditas timah. Ketika harga timah naik, perekonomian naik. Ketika turun, pertumbuhan juga turun," ucap dia.

Satu di antara yang mempengaruhi perekonomian Babel lewat pertimahan adalah fluktuasi harga timah di pasar dunia. Data Devi menyebutkan, perenstase ekspor Babel, 76,67 persen-nya adalah timah, dan sisanya disumbangkan oleh ekspor Crude Palm Oil (CPO), Lada, Karet, dan perikanan.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved