Nestapa Gadis Belia 2 Hari Digilir Pacar dan Ayah Angkat, 2 Kali Dipaksa Berhubungan Badan di Kamar

Remaja berusia 17 tahun itu mengaku jadi korban pelecehan ayah angkat dan kekasihnya sendiri.

Nestapa Gadis Belia 2 Hari Digilir Pacar dan Ayah Angkat, 2 Kali Dipaksa Berhubungan Badan di Kamar
pexels
Ilustrasi perbuatan asusila 

BANGKAPAPOS.COM - Nasib gadis belia ini sangat memilukan.

Setelah dipaksa pacarnya berhubungan badan, esok malamnya dirinya digilir oleh ayah angkat.

Kejadian hanya berselang satu hari.

Pada hari Rabu, korban diajak pacarnya melakukan hubungan layaknya suami istri.

Lalu pada hari Kamis, giliran ayah angkat korban yang meminta dilayani nafsu bejatnya.

Korban berusaha menolak namun tak berdaya.

****

Kronologi Bujangan Cabuli 19 Orang Selama 11 Tahun, Cara dapat Kepuasan Bikin Geleng-geleng Kepala

Seorang remaja di Tanjungpinang akhirnya melapor ke polisi setelah mengalami pelecehan.

Remaja berusia 17 tahun itu mengaku jadi korban pelecehan ayah angkat dan kekasihnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali mengatakan, kasus pencabulan tersebut dilaporkan oleh korban pekan lalu.

Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

"Pelaku adalah ayah angkat korban sendiri," kata Ali melalui telepon, Senin (16/9/2019).

Pencabulan berawal saat korban sedang tidur di kamarnya.

Pelaku kemudian masuk ke kamar korban secara diam-diam, Kamis (12/9/2019).

Melihat korban tertidur lelap, pelaku lalu membuka pakaian korban dan langsung menggagahi korban.

Namun tidak berselang lama, korban tersadar dan berontak.

Pelaku lalu mengancam dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Berada di bawah ancaman, korban yang masih berumur 17 tahun tersebut terpaksa menuruti keinginan ayah angkatnya.

Bahkan dalam satu malam, pelaku dua kali menggagahi korban.

Tidak saja menangkap ayah angkat korban, polisi juga mengamankan kekasih korban yang juga melakukan pencabulan kepada korban, Rabu (11/9/2019) malam.

Hasil pemeriksaan, korban mengakui sebelum dipaksa oleh orangtua angkatnya berhubungan badan, korban juga disetubuhi pacarnya.

"Karena korban masih di bawah umur, pacarnya juga sudah kita tangkap dan kami lakukan penahanan. Kedua pelaku kami proses dalam kasus persetubuhan terhadap anak bawah umur," ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana 5 hingga 15 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Remaja Diperkosa Ayah Angkat Setelah Malamnya Dicabuli Kekasih"

Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Ayah dan Kekasih Sama Bejatnya, Remaja di Bawah Umur Jadi Korban Pelecehan Bergilir

Bocah 10 tahun menikah

Praktik pernikahan anak di bawah umur tidak hanya marak terjadi di Indonesia.

Beru baru ini, seorang anak yang masih berusia 10 tahun asal Iran menjadi viral lantaran dipaksa menikah dengan sepupunya sendiri yang berumur 22 tahun.

Terdapat kecaman luas atas praktik pernikahan anak yang masih terjadi di sejumlah kawasan miskin negara yang bersitegang dengan AS itu.

Dalam video, seorang mullah mengatakan si sepupu bakal membayar mahar tradisional berupa 14 koin emas dan 50 juta tomans yang notabene mata uang lokal.

Dilaporkan Daily Mirror pekan lalu, jumlah mahar yang dibayarkan kepada bocah 10 tahun itu setara dengan 7.200 poundsterling, atau Rp 125,6 juta.

"Fatima, apakah engkau bersedia menikah dengan Milad Jashani?" tanya sebuah suara yang diketahui adalah mullah. "Dengan izin orangtua saya, ya," jawab Fatima.

Mullah kemudian bertanya pertanyaan yang sama kepada Jashani, yang kemudian dijawab ya. Dengan demikian, mereka pun resmi menjadi suami istri.

Segera setelah mereka menikah, orangtua dan kerabat bertepuk tangan dan mengucapkan selamat, dengan video itu viral di media sosial dan televisi.

Setelah kisahnya viral, publik pun menyuarakan kemarahan, dengan otoritas setempat memutuskan membatalkan pernikahan dari pasangan beda 12 tahun.

Sejak pembatalan pernikahan itu, keluarga dari Fatima dan Jashani kemudian menyatakan bahwa mereka bakal mencoba menikahkan mereka kembali.

Di Iran, seorang gadis berusia 13 tahun bisa menikah atas izin orangtua.

Namun di bawah itu membutuhkan persetujuan hakim sebelum menikah.

Berdasarkan juru bicara Amnesty International Mansoureh Mills, ada 17 persen gadis di Iran yang menikah ketika usia mereka belum genap 18 tahun.

Mills mengatakan, berdasarkan aturan setempat, seorang gadis harus hidup dengan suaminya, dengan si suami bisa berhubungan seks tanpa peduli umur.

"Dengan kata lain, si pria mendapat izin untuk memperkosa bocah yang menjadi istri mereka."

Demikian keterangan yang diberikan Mills. Jaksa Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Hassan Negin Taji, mengumumkan penyelidikan bagi si pengantin, keluarga, hingga mullah yang menikahkan.

Berdasarkan Artikel 50 Undang-undang Keluarga Iran, setiap pria yang terbukti menikah dengan gadis di bawah umur bisa dipenjara antara 6 bulan hingga 2 tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bocah 10 Tahun Ini Dipaksa Menikah dengan Sepupu yang Berumur 22 Tahun"

Editor: Alza Munzi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved