Perekonomian Bangka Belitung Melambat, Dana Transfer Pusat Diharapkan Bisa Gerakkan Perekonomian

Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan wilayah Kepulauan Bangka Belitung Alfiker Siringoringo menyatakan, dana transfer pusat dari APBN

Perekonomian Bangka Belitung Melambat, Dana Transfer Pusat Diharapkan Bisa Gerakkan Perekonomian
bangkapos.com/dedy qurniawan
Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan wilayah Kepulauan Bangka Belitung Alfiker Siringoringo 

Perekonomian Bangka Belitung Melambat, Dana Transfer Pusat Diharapkan Bisa Gerakkan Perekonomian

BANGKAPOS.COM - Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan wilayah Kepulauan Bangka Belitung Alfiker Siringoringo menyatakan, dana transfer pusat dari APBN yang dikucurkan ke daerah diharapkan bisa digunakan untuk menggerakkan perekonomian Babel.

Ini perlu menjadi perhatian Babel di tengah merosotnya perekonomian Babel karena lesunya harga timah di pasar dunia.

Demikian disampaikan Alfiker seusai acara seminar bertema "Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global" yang digelar Kementerian Keuangan di Swiss Belhotel, Pangkalpinang, Selasa (17/9/2019.

Rilis pers dari acara tersebut menyoroti faktor perekonomian global bagi Bangka Belitung. Pengaruhnya ditandai dengan melemahnya aktivitas rill perekonomian dunia dan tekanan harga komoditas.

Kepuluan Bangka Belitung merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi kedua terendah di Sumatera. Statistiknya menyebutkan, pada triwulan II 2019, perekonomian tumbuh 3,49 persen lebih lambat dibanding periode sevekumnya dan masih terus di bawah pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional.

Menurut Alfiker, perlu ada upaya jangka pendek dari pemerintah daerah agar perekonomian menggeliat di tengah rendahnya harga komoditas saat ini.

"Kami berharap dana yang pusat kucurkan itu bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ucap Alfiker.

Kucuran anggaran dari pemerintah pusat diharapkan bisa digunakan untuk program-program padat karya. Pun demikian dengan Dana Desa yang disudah dikucurkan selama ini.

Program-prorgam pemerintah daerah yang menggunakan Dana Alokasi Khsus untuk fisik, dan program dana desa diharapkan bisa mengenai sasaran sehingga perekonomian bisa bergairah. "Kegiatan-kegiatan yang mempekerjakan banyak orang. Dan bisa mempekerjakan orang-orang yang menganggur karena lesunya sektor pertambangan," kata Alfiker.

Dia menyebut, harapan pusat ini menjadi beralasan. Pasalnya rata-rata APBD pemerintah daerah di Indonesia sangat bergantung pada transfer pusat.

Dalam jangka panjang, diharapkan transfer pusat ke daerah juga bisa mengkerek Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Kebijakan dan kegiatan yang dibuat daerah yang diharapkan bisa meningkatan PAD-nya," kata dia.

Dikonfirmasi bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Babel saat ini mencapai 23,9 persen dari total pendapatan daerah, Alfiker menilai hal ini sudah cukup bagus. "Persentase itu dihitung dengan acuan pendapatan daerah yang juga termasuk transfer pusat ke daerah. Itu sudah cukup bagi. Kalau bisa, minimal 40 persen. Kami harapkan ada upaya sistematis dan terus menerus untuk menggenjot ini," ucap Alfiker

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved