Berita Pangkalpinang

Bukan Cuma Kolam Lindi, Zona Aktif TPA Parit Enam Juga Dirambah Penambang Ilegal

Kolam lindi berfungsi menampung air limbah dari operasional TPA (tempat pembuangan akhir) dan pengendalian pencemaran air.

Bukan Cuma Kolam Lindi, Zona Aktif TPA Parit Enam Juga Dirambah Penambang Ilegal
bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala dinas lingkungan hidup, Lie Jun Jie 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Lie Jun Jie, menyatakan aktivitas tambang ilegal yang merambah ke kolam lindi TPA Parit enam sebelumnya sudah diketahui oleh pihaknya. Lie Jun Jie mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak perda dalam hal ini satuan polisi pamong praja.

"bukan kecolongan, kami sudah tau dan sudah melaporkan. Cuma kalau kami yang turun ke lapangan untuk penindakan itu bukan wewenang kami. Tapi aduan petugas jaga selalu kami sampaikan dan meminta aparat menindak itu," ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Kolam lindi berfungsi menampung air limbah dari operasional TPA (tempat pembuangan akhir) dan pengendalian pencemaran air. Kondisinya saat ini kolam lindi rusak akibat dampak aktivitas tambang ilegal dan tidak berfungsi secara maksimal.

Menurutnya, laporan aktivitas tambang ini bahkan setiap hari dilaporkan oleh petugas TPA. Pihaknya pun langsung melaporkan permasalahan ini untuk ditindaklanjuti bersama tim gabungan. Kedepan, koordinasi akan lebih intensif dilakukan bahkan setiap kali ada laporan masyarakat maupun dari petugas jaga.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Endang Supriyadi, menambah, aktivitas tambang ilegal bukan hanya merusak kolam lindi, tetapi IPLT (Instalasi pengolahan limbah tinja) yang masih satu kawasan dengan kolam lindi bahkan kawasan zona aktif TPA pun dieksploitasi oleh penambang. Total aset pemerintahan kota yakni kawasan TPA seluas 4,9 hektar.

"IPLT aset pemerintah kota Pangkalpinang juga sudah mulai kena dibagian temboknya. Tanah TPA juga kena, mereka memakai lahan yang masih menjadi zona aktif untuk menambang," tambah Endang.

Kerusakan kolam lindi tentu berpengaruh pada operasional TPA yang terkendala. Dengan rusaknya kolam ini pengolahan air limbah pun turut bermasalah. Sementara kolam lindi tidak berfungsi, perbaikan pun harus terlebih dahulu dianggarkan sebab permasalahan ini bersifat insidentil dan pihaknya tidak menyiapkan anggaran untuk itu.

"Kalau sekarang tidak mungkin terakomodir, kita menggunakan anggaran. Untuk anggaran induk maupun perubahan tidak bisa lagi memasukkan ini, jadi tahun depan baru bisa," kata Endang.

Disinggung mengenai pencemaran lingkungan oleh air limbah, Endang tidak bisa membeberkan secara detail karena harus melakukan uji laboratorium. Pada dokumen lingkungan wajib melakukan pengujian per tiga bulan. Namun kemarau panjang yang terjadi membuat potensi air di kolam lindi mengalami penyusutan sehingga tidak bisa dilakukan pengecekan. Apalagi setelah dijarah tambang, dia tidak bisa menjelaskan bagaimana potensi pencemaran lingkungan dari kerusakan kolam lindi.

"Wali Kota sudah menginstruksikan kami memasang rambu peringatan dilarang melakukan aktivitas tambang. Sekarang masih kita persiapkan untuk pemasangan itu" pungkasnya.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved