Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Debit Air Sumor Bor SMA N 1 Pangkalpinang Mulai Berkurang, Siswa Tak Keberatan Bawa Air dari Rumah

Debit air sumur bor di sekolah mereka terus berkurang. Mesin air pun harus dihidupkan siang dan malam untuk mengisi tempat penampungan air.

Penulis: Muhammad Noordin | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Dokumen Bangka Pos
ujian sekolah berstandar nasional di SMAN 1 Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Musim kemarau tahun ini benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk di SMAN 1 Pangkalpinang.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras Momon Sujana, debit air sumur bor di sekolah mereka terus berkurang. Mesin air pun harus dihidupkan siang dan malam untuk mengisi tempat penampungan air.

Saat ini sumur bor di sekolahnya ada dua. Keduanya berfungsi dengan baik, setiap hari ada lima bak penampung air yang harus diisi untuk keperluan warga di sekolah.

"Kalau kering belum tapi airnya tidak selancar seperti biasanya, keluarnya sudah agak kecil. Untuk memenuhi bak penampung air, mesin harus dihidupkan siang malam," ungkap Momon Sujana

Pihaknya telah menyampaikan hal ini ke Gubernur dan pihak terkait agar bisa mendapatkan solusi. Rencananya mereka juga akan mengajukan permohonan bantuan air ke BPBD setempat.

"Proposal permohonannya sudah kami susun, tinggal nunggu tanda tangan kepala sekolah," ujarnya

Dirinya mengaku cukup cemas dengan prediksi BMKG mengenai kemarau di Kepulauan Bangka Belitung akan berakhir Desember nanti. Apalagi saat ini persediaan air semakin menipis.

Dia pun memiliki ide agar anak didik di sekolah mereka membawa air sesuai kebutuhan dari rumah masing-masing untuk keperluan buang air hingga wudhu jika sumur di sekolah kering.

"Dulu pernah di sekolah sebelum saya di SMANSA anak-anak bawa air kalau musim kemarau untuk keperluan siswa juga. Buang air kecil hingga keperluan lainnya," kata Momon

Seorang siswi SMANSA Pangkalpinang, Dea mengaku tidak keberatan jika disuruh membawa air oleh pihak sekolahnya dari rumah.

Menurutnya itu merupakan hal yang wajar, apalagi air tersebut digunakan sendiri oleh pembawanya.

"Nggak masalah sih bawa air dari rumah kalau sumur di sekolah sudah kering, kan kita juga yang makai. Kami dulu pas waktu SMP juga pernah bawa air dari rumah ke sekolah karena sumur di sekolah kering," sebut Dea dan diamini teman-temannya

(bangkapos.com/Nordin)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved