Berita Sungailiat

Gelar Kuliah Umum di UBB, Kementerian Keuangan Berikan Wawasan Mengenai Perkembangan Ekonomi Terkini

Kementerian Keuangan Republik Indonesia gelar Kuliah Umum bertema "Perkembangan Ekonomi Terkini, dan Kebijakan Fiskal Indonesia"

Gelar Kuliah Umum di UBB, Kementerian Keuangan Berikan Wawasan Mengenai Perkembangan Ekonomi Terkini
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Foto bersama usai kuliah umum yang diberikan Kementerian Keuangan RI kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi Unviseritas Bangka Belitung, Rabu, (18/9/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Kementerian Keuangan Republik Indonesia gelar Kuliah Umum bertema "Perkembangan Ekonomi Terkini, dan Kebijakan Fiskal Indonesia" kepada para Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung di Ruang Rapat Besar Rektorat Gedung Babel IV UBB, Rabu  (18/9/2019).

Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB diikuti mahasiswa mengenakan jas almamater berwarna biru dongker. Para mahasiswa terlihat tertib, dan antusias mendengar setiap materi yang diberikan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan  Reniati, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung menyampaikan terimakasih atas kehadiran Kementerian Keuangan RI, dan partisipasi para mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung.

"Terimakasih Kementerian Keuangan RI bersedia berbagi ilmu di kuliah umum ini. Nanti akan menjelaskan mengenai kebijakan fiskal kearah yg lebih baik, mengubah dan memperbarui penerimaan dalam pemerintah. Serta yang ditonjolkan itu pengeluaran dan pembiayaan negara," ungkap Reniati.

Suasana saat para mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung mendengarkan materi yang disampaikan.
Rabu, (18/9/2019)
Suasana saat para mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung mendengarkan materi yang disampaikan. Rabu, (18/9/2019) (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Roni Parasian dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia Badan Kebijakan Fiskal Pusat Kebijakan Ekonomi Makro dalam kesempatan ini memberikan materi kepada mahasiswa.

Dia menjelaskan, tentang kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah, paling besar melalui APBN bertujuan untuk menyejahterakan perekonomian.

"Jadi kita punya APBN, itu instrumen utama untuk melakukan kebijakan fiskal. Kita memilih sesuai yang paling tepat, yang paling bermanfaat. Instrumen dari sisi pemerintah lebih aman, baik dari sisi pendapatan, atau belanja," ungkap Roni.

Roni juga menjelaskan, banyak hal saat menyampaikan materi seperti membahas APBN yang dapat meningkatkan perekonomian, indikator yang mempengaruhi APBN seperti inflasi, PDB nominal, kenaikan dolar, harga minyak, dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, dia menjelaskan, beberapa hal seperti keadaan nilai tukar rupiah pasa bulan Juli menguat tercatat 14.044 atau apresiasi 1,28 persen, pertumbuhan PDB Indonesia Q2 2019 mencapai 5,05 persen, pertumbuhan PDB Q2 menurut komponen pengeluaran mengalami penurunan lihat impor ekspor, pertumbuhan ekonomi spasial atau wilyah untuk wilayah Jawa diatas nasional dan sumatera 4,62 persen, realisasi penanaman modal quartal II 2019 tumbuh sebesar 13,7 persen, strategi kebijakan fiskal untuk mewujudkan kesejahteraan, dan tantangan pengelolan kebijakan fiskal.

"Saya berharap dengan mahasiswa lebih paham mengenai APBN, agar mahasiswa dapat merespon dengan baik. Serta mahasiswa dapat memahami, menganalisi terlebih dahulu dan memberikan solusi," ungkap Roni.

Saat selesai memberikan materi, para mahasiswa dipersilahkan bertanya. Mahasiswa terlihat aktif bertanya, dan tertarik dengan perkembangan ekonomi sekarang, dan kebijakan fiskal.

Sekitar enam mahasiswa, dan satu dosen bertanya di Kuliah Umum ini, meliputi perkembangan ekonomi didunia digital, kenaikan BPJS, dan jembatan emas yang menganggu jalur perekonomian.

Kemudian pertanyaan dijawab oleh pemateri, kegiatan selanjutnya ditutup dengan pemberian hadiah bagi mahasiswa yang sudah bertanya, dan berfoto bersama.

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved