Berita Pangkalpinang

Jika Kondisi Semakin Parah, BPBD Babel Usulkan ke Pusat untuk Hujan Buatan

Kepala BPBD Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengimbau agar warga lebih berhemat dalam penggunaan air.

Jika Kondisi Semakin Parah, BPBD Babel Usulkan ke Pusat untuk Hujan Buatan
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengimbau agar warga lebih berhemat dalam penggunaan air. Ini ia sampaikan menyikapi kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung hingga Desember 2019.

Pihaknya juga akan mengusulkan bantuan hujan buatan ke pusat seandainya dampak kekeringan terasa semakin parah.

"Menyikapi ini kami juga akan segera melapir ke pusat agar segera dibuat hujan buatan. Itu kalau seandainya kondisinya sudah sangat kering. Tetapi sampai saat ini, laporan-laporan yang masuk itu masih bisa kami tangani," ungkap Mikron, Rabu (18/9/2019)

Hingga saat ini, kata Mikron, memang belum ada laporan kekeringan dari Dinas Perumahan dan Permukiman. Meski demikian, itu tidak berarti kekeringan tidak terjadi.

"Kami mengimbau untuk lebih berhemat dalam penggunaaan air. Kemudian lebih bijak menggunakannya," ucap dia.

Dampak kekeringan terjadi pada sumber air baku PDAM terjadi di beberapa wilayah. Air baku PDAM di Belitung dan Bangka Barat misalnya, telah mengalami penyusutan hingga mempengaruhi distribusi mereka ke rumah pelanggan.

"Kalau pelayanan PDAM di Pangkalpinang masih aman. Ini perlu diantisipasi dengan mencari sumber-sumber air yang masih ada," kata Mikron.

Kekeringan mengancam lahan pertanian di Desa Rias. Di sana telah ditanggulangi dengan pembuatan sodetan untuk meminimalisasi besarnya kerugian petani akibat Puso.

"Beberapa upaya yang sudah kami lakukan diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat lebih bijak menggunakan air,"  saran Mikron.

Mikro menyebut, koordinasi lintas instansi dan kewenangan perlu dikuatkan menghadapi kekeringan. Perlu ada upaya gotong royong menghadapi dampaknya karena ini menjadi masalah bersama.

"Seperti di Puding dan beberapa lokasi lain, kami coba perusahaan-perusahaan di sana untuk membantu memasok air ke warga terdampak kekeringan," harap Mikron. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved