Berita Sungailiat

Kualitas Pencemaran Udara di Kabupaten Bangka Sudah Mulai Meningkat

Kualitas udara di Kabupaten Bangka melihat secara kasat mata kondisinya hampir kritis, karena telah tercemar dari asap kebakaran hutan.

Kualitas Pencemaran Udara di Kabupaten Bangka Sudah Mulai Meningkat
Bangkapos/Riki Pratama
Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Insyira Subagia. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Insyira Subagia mengatakan, tentunya dampak dari polusi udara saat ini sangat sensitif bagi kesehatan terutama usia anak-anak.

Dalam pemantauan Dinas Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kabupaten Bangka melihat secara kasat mata kondisinya hampir kritis, karena telah tercemar dari asap kebakaran hutan.

"Kalau kita melihat melihat secara kasat mata mendekati kritis, pada dasarnya Babupaten Bangka dan Provinsi babel umunya daerah kita merupakan wilayah yang asri indah nyaman namun, namun karena dilanda kemarau di beberapa daerah mengalami kemarau panjang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan, yang berakibat pada kualitas udara," ungkap Insyira kepada wartawan, Rabu (18/9/2019).

Ia menjelaskan berdasarkan PP nomer 41 tahun 1999 pengendalian dampak lingkungan dan peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomer 12 tahun 2010 tentang pengendalian pencemaran udara, yang sudah diatur terkait baku mutu udara dan lainya. Dimana baku mutu udara yang ditentukan berdasarkan PP nomer 41 tahun 2019 diantaranya, Carbon monoksida baku mutu 30 ribu, Sulfur dioksida (SO2) 900, Nitrogen dioksida 400, Ozon 235 dan masih banyak lagi.

"Apabila baku mutu lebih dari yang disebutkan tadi, rentan penyakit di timbulkan pada anak anak, terkait kualitas udara saat ini secara kasat mata sudah dapat kita ketahui beberapa titik kabut dan asap menyelimuti kualitas pencemaran udara sudah mulai meningkat," lanjutnya.

Ia menegaskan, tentunya aparat dan Pemerintah terkait harus terus menyampaikan terkait dampak kebakaran hutan ini, agar dampak pencemaran udara tidak semakin meluas.

"Harus ada tindakan tegas aparat dan Pemerintah daerah, kami dari DLH selalu menyampaikan agar masyarkat tetap menjaga lingkunganya, mudah mudahan dengan saling menjaga dampak positif untuk terbebas dari pencemaran udara bisa terhindar dan jangan membakar atau menebang pohon di hutan,"harapnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved