Advertorial

Wali Kota Tetapkan Tuatunu Sebagai Kampung Melayu

KELURAHAN Tuatunu resmi memiliki Lembaga Adat Melayu. Hal ini berkenaan dengan penentapan kel. Tuatunu sebagai Kampung Melayu

Wali Kota Tetapkan Tuatunu Sebagai Kampung Melayu
ist/Kel. Tuatunu
KELURAHAN Tuatunu resmi memiliki Lembaga Adat Melayu 

BANGKAPOS.COM-- Kelurahan Tuatunu resmi memiliki Lembaga Adat Melayu. Hal ini berkenaan dengan penentapan keluarahan Tuatunu sebagai Kampung Melayu oleh Wali Kota Pangkalpinang, H Maulan Aklil, Selasa (17/9/2019) kemarin.

Peresmian Kampung Melayu yang berlangsung di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Tuatunu ini juga bertepatan dengan HUT ke-262 Kota Pangkalpinang. Dengan status ini, Tuatunu menjadi Kampung Melayu, dan merupakan satu-satunya di kota Pangkalpinang.

Wali Kota Pangkalpinang H Maulan Aklil menjelaskan sebagai tanda Kampung Melayu, akan dibuat gerbang Lehar. “Bila nanti ada gerbang simbol Lehar, maka yang masuk ke wilayah Tuatunu bagi orang laki wajib pakai kopiah (peci),” ujar pria yang akrab disapa Molen ini.

Dengan status sebagai Kampung Melayu, Molen punya harapan kedepan Tuatunu bisa melahirkan hafidz-hafidzah. Selain itu, sebagai Kampung Melayu, warga Tuatunu orangnya harus murah senyum dan ramah.
“Akan percuma kita tanamkan sebagai Kampung Melayu, tapi sikap dan perilaku kita tidak seperti orang Melayu,” ungkap Molen.

Ia mengemukakan Tuatunu memiliki Masjid Raya yang merupakan salah satu ikon Kota Pangkalpinang. “Saya ingin Kampung Melayu Tuatunu tempatnya Syiar Islam dan tempatnya yang menjaga Pangkalpinang dari musibah,” kata Molen.

Ketua Majelis Kerapatan Adat Tuatumu Hamzah Suhaimi menjelaskan, Lembaga Adat Melayu sudah dicanangkan sejak tujuh tahun lalu.
“Sejak tahun 2012, bahwa Kampung Melayu sudah lama dipersiapkan dan pada masa H Zulkranain Karim sebagai wali kota menetapkan nama Jalan Kampung Melayu. Namun objek (Kelurahan Tuatunu) sebagai Kampung Melayu belum ditetapkan, “ ujar Hamzah.

Seterlah penetapan jalan Kampung Melayu, kata Hamzah, dilanjutkan dengan pembangunan Balai Adat. Hamzah pun merasa bersyukur pada tahun 2019 bertepatan HUT ke-262 Kota Pangkalpinang, Wali Kota Pangkalpinang H Maulan Aklil meresmikan Tuatunu sebagai Kampung Melayu.
“Dengan ditetapkan sebagai Kampung Melayu, dan terbentuk Lembaga Adat merupakan satu-satunya yang ada di Pangkalpinang,” katanya.

Camat Gerunggang, Khotaman Barka menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Pangkalpinang, atas penetapan Kelurahan Tuatunu sebagai Kampung Melayu. Dengan ditetapkannya sebagai Kampung Melayu, kata Khotaman akan menambah khasanah budaya yang ada di Babel umumnya dan Pangkalpinang khususnya. Apalagi kata Khotaman, Tuatunu dapat menjadi wisata religi yang ada di Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya Wali Kota Pangkalpinang H Maulan Aklil bersama Forkopimda Kota Pangkalpinang melakukan salat zuhur berjemaah di Masjid Al Mukarrom Tuatunu.
Dalam perjalanan menuju ke Balai Adat, rombongan Wali Kota menempuh sekitar 300 meter diiringi radat dan rebana serta lebih dari seratus dulang.

Wali Kota disambut Ketua Majelis Kerapatan Adat tuatunu Hamzah Suhaimi, Ketua Lembaga Adat Tuatunu Zulkifli serta tokoh masyarakat, dengan pembuka pencak silat. Dalam kesempatan itu Wali Kota menandatangani prasasti Balai Adat Lembaga Adat Melayu Tuatunu serta melakukan pemotongan pita pemukulan beduk.

Hadir dalam peresmian Tuatunu Kampung Melayu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, Kajari Pangkalpinang M Ari Prioagung, Kepala OPD Pangkalpinang, Camat Gerunggang Khotaman Barka, Lurah Tuatunu Hasani, Tokoh adat, tokoh agama, PKK Kecamatan Gerunggang dan PKK Kelurahan Tuatunu serta masyarakat. (adv/rya/mib)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved