Berita Pangkalpinang

Kapolda Bangka Belitung: Satpol PP Tidak Usah Pegang Senjata, Kalau Butuh Bantuan Kita Siap Backup

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono langsung menjawab tegas saat ditanya keinginan Satpol PP Provinsi memiliki senjata api (senpi).

Kapolda Bangka Belitung: Satpol PP Tidak Usah Pegang Senjata, Kalau Butuh Bantuan Kita Siap Backup
bangkapos.com/deddy marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono Kamis (29/8/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono langsung menjawab tegas saat ditanya keinginan Satpol PP Provinsi memiliki senjata api (senpi). Hingga saat ini belum ada izin diberikan kepada anggota Satpol PP.

"Tidak perlu, Satpol PP di Bangka Belitung tidak perlu memegang senjata api dan hingga sekarang belum ada izin untuk anggota Satpol PP memegang senpi dari kita," kata Brigjen Pol Istiono Kamis (19/9/2019).

Brigjen Pol Istiono mengatakan Satpol PP menjalankan tugas dalam rangka menegakkan perda. Jika dalam menjalankan tugas dirasakan akan membahayakan petugas Satpol PP dipersilahkan meminta bantuan Polri. Jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung siap membackup jika ada permintaan oleh Satpol PP.

"Polri siap backup silahkan ajukan pasti kita bantu pasukan, ke Polda atau jajaran polres polres tapi kalau nggak diminta ya kita mana tau ada kegiatan mereka," kata Brigjen Pol Istiono.

Ditambahkannya juga alasan bahwa saat melakukan razia mendengar suara letusan tembakan dari penambang mengapa tidak dilaporkan. Sebab jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung beberapakali mengamankan senpi rakitan baik melakuan saat razia ataupun menangkap pelaku tindak pidana. Jika ada informasi warga sipil memegang senpi tanpa izin pasti akan ditindaklanjuti.

"Laporkan atau beri kita informasi pasti ditindaklanjuti dan kita terus melakukan pengawasan," kata Brigjen Pol Istiono.

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 82 Tahun 2004 tentang Siapa Saja yang Boleh Memiliki Senjata Api di kalangan sipil hanya golongan tertentu saja. Seperti direktur utama, menteri, pejabat pemerintahan, pengusaha utama, komisaris, pengacara, dan dokter.

Pemilik senpi selama 3 tahun wajib memiliki ketrampilan menembak. Calon pemilik juga harus secara resmi mendapatkan surat izin dari instansi, atau kantor yang bertanggung jawab atas kepemilikan senjata api.

Pemakaian senjata api tersebut hanya untuk membela diri saja. Senjata api yang diizinkan, yaitu senjata api peluru tajam, peluru karet dan peluru hampa.

Jika syarat ini sudah terpenuhi, maka selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah tentang prosedur kepemilikan senjata api resmi dari kepolisian.

Beberapa hal berikut ini harus terpenuhi jika menginginkan senjata api secara resmi. Tentu saja sebelumnya sudah harus masuk kriteria orang yang boleh memiliki senjata api.

1. Pemohon harus memenuhi syarat medis
2. Pemohon harus lolos seleksi psikotes
3. Pemohon tidak pernah terlibat tindak pidana
4. Usia pemohon harus terpenuhi
5. Pemohon harus memenuhi syarat administratif
6. Jenis senjata api yang boleh dimiliki
yakni Seenjata api genggam jenis revolver kaliber 32, kaliber 25 atau kaliber 22.
Senjata api bahu jenis shotgun kaliber 12 mm.
Senjata api bahu kaliber 12 GA dan kaliber 22.

(Bangkapos/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved