Kapolsek Belinyu Sebut Korban Tenggelam di Pantai Guntong Tak Mahir Berenang

Belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya Krisna (18) di Perairan Pantai Guntong Belinyu Bangka, pagi tadi.

Kapolsek Belinyu Sebut Korban Tenggelam di Pantai Guntong Tak Mahir Berenang
istimewa
Suasana pencarian dan saat evakuasi jasad korban, Krisna (18) di Pantai Guntong Belinyu Bangka, Kamis (19/9/2019) petang. 

Kapolsek Belinyu Sebut Korban Tenggelam di Pantai Guntong Tak Mahir Berenang

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya Krisna (18) di Perairan Pantai Guntong Belinyu Bangka, pagi tadi.

Hanya saja sejumlah pihak menduga, korban terbenam dalam lumpur bekas tambang karena di sekitar sempadan pantai itu merupakan bekas kawasan tambang timah ilegal.

"Disitu kan lokasi tambang ilegal. Dulu pantai digulung pakai alat berat menjorok ke laut, dijadikan lokasi tambang timah darat. Penambangan ilegal di kawasan hutan lindung pantai sejak dulu. Nah kemungkinan korban terbenam dalam lumpur yang dalam di perairan pinggir pantai ini," kata sejumlah warga Belinyu kepada Bangka Pos, Kamis (19/9/2019), pasca penemuan Jasat Krisna, enam jam setelah tenggelam.

Namun mengenai kemungkinan lumpur bekas tambang ilegal yang diduga jadi penyebab, dibantah oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian, menyebutkan, dugaan korban menginjak dasar laut yang agak dalam menjadi awal musibah, sementara korban tak bisa berenang.

"(Korban) tidak bisa berenang. Sedangkan korban diduga tidak tahu disitu dalam. Ngak..(bukan karena lumpur tambang), tapi memang karena korban nggak mahir berenang," tegas Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono diwakili Kapolsek Belinyu, AKP Surya Dharma Putra, membantah dugaan warga yang menyebut penyebab tenggelam korban karena adanya lumpur bekas tambang

Pemuda 18 Tahun Hilang di Laut Guntong Belinyu

Seorang pemuda bernama Krisna (18), asal Kampung Kualo Jl Matras Sungailiat, menghilang di laut Pantai Belinyu Bangka, Kamis (19/9/2019). Korban tenggelam di perairan itu, diduga saat hendak ngelimbang timah dan mencari siput gonggong.

Sudah sekitar tiga jam pencarian dilakukan oleh tim gabungan, namun korban tak kunjung ditemukan. Tim pencarian masing-masing Basarnas, Polsek Belinyu, Lanal Babel, Polair Polda Babel dan pihak lainnya. Laut atau perairan ini ditelusuri mengunakan perahu dan peralatan lain, namun tetap belum membuahkan hasil.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved