Berita Pangkalpinang

Molen Sebut Senpi untuk Keamanan Satpol PP Saat Bertugas

Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menyatakan jajaran polisi pamong praja patut dipertimbangkan untuk diberikan persenjataan.

Molen Sebut Senpi untuk Keamanan Satpol PP Saat Bertugas
bangkapos.com/Ira Kurniati
Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menyatakan jajaran polisi pamong praja patut dipertimbangkan untuk diberikan persenjataan.

Pasalnya sebagai aparat penegak perda yang memiliki resiko dalam melakukan penindakan butuh persenjataan untuk keamanan personel. Apalagi, saat ini kerap terjadi penambang ilegal yang secara terang-terangan mengacungkan senjata tajam.

"Sebetulnya bisa saja dalam melaksanakan tugas kalau dipersenjatai. Apalagi penambang ilegal seperti di lapangan mereka kejar-kejaran bahkan ada yang membawa senjata. Mungkin ini menjadi perhatian, mereka bisa saja melawan dengan senjata sedangkan personel kita hanya berupa pentungan," kata Molen saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019)

Sebetulnya, menurut dia, menggunakan senjata api merupakan alternatif lain dalam menegakkan perda. Sebisa mungkin dia lebih menginginkan menggunakan cara persuasif. Senjata api dapat digunakan untuk keamanan para personel saat bertugas saat ada perlawanan. Itu pun, menurut Molen tidak sembarangan bisa menggunakannya.

"Ini lebih kepada keselamatan penegak hukumnya. Kalau tidak dipersenjatai, ketika ada suatu hal yang mengancam nyawa mereka bagaimana?," tanya Molen.

Namun penggunaan senjata api tidak serta merta diberikan kepada seluruh personel. Pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepolisian Polda Babel dalam hal perizinan maupun prosedur penggunaan. Molen mengatakan, masih menunggu analisa dan evaluasi dari pihak kepolisian, sebab mereka lebih berpengalaman bagaimana prosedur, tes, maupun penggunaannya.

"Tidak sembarangan kami pakai, apalagi orangnya. Kami koordinasi dengan Polda mengenai hal ini, izin dan prosedurnya, tes psikologisnya juga dan SOP lainnya," sambungnya.

Meski nantinya sudah diberikan senjata, Satpol PP dalam melakukan sidak dan penindakan tetap akan dibantu oleh pihak Polri maupun TNI. Sebab ketiganya merupakan tim terpadu yang telah dibentuk dalam membantu penindakan terhadap pelanggaran peraturan daerah.

"Kita juga tidak berani kalau tidak sesuai aturan. Mengenai pengawasan terhadap penyalahgunaan, nanti juga akan berkoordinasi dengan kepolisian bagaimana SOP dan aturan lainnya," tukas Molen.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved