Berita Pangkalpinang

Asen Memperkirakan Setengah Kebun Lada di Pulau Bangka Mati Akibat Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan kebun lada yang ada di Pulau Bangka rawan mengalami rusak

Asen Memperkirakan Setengah Kebun Lada di Pulau Bangka Mati Akibat Kemarau Panjang
Bangkapos.com/Edwardi
Asen, pedagang pengepul lada. 

BANGKAPOS.COM-- Musim kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan kebun lada yang ada di Pulau Bangka rawan mengalami rusak atau kematian, karena lahan kebun mengalami kekeringan.

"Saya memperkirakan akibat musim kemarau panjang saat ini hampir setengah luas kebun lada yang ada di Pulau Bangka ini mengalami rusak atau mati akibat kekeringan," ungkap Asen, pedagang pengepul lada yang membuka kios di Jalan Soekarno Hatta Kota Pangkalpinang saat ditemui di kiosnya, Jumat (20/9/2019).

Diakuinya kondisi kebun lada petani yang rusak atau mati akibat kemarau panjang ini diketahuinya dari ungkapan para petani saat menjual lada ke kiosnya. Selain itu juga berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat kondisi kemarau panjang.

"Saat musim kemarau panjang seperti ini kebun lada yang bisa bertahan apabila petaninya rajin dan rutin menyiram tanaman ladanya, namun penyiraman ini bisa dilakukan apabila memang di daerah itu ada stok airnya atau ada kolong yang bisa disedot airnya," jelas Asen.

Diungkapkannya, para petani yang kebun ladanya jauh dari sumber air biasanya hanya pasrah dan membiarkan tanaman ladanya bertahan hidup seadanya tanpa dilakukan penyiraman air.

"Memang banyak petani malas menyiram kebun ladanya saat ini karena harga lada yang murah, sehingga tidak bersemangat lagi berkebun lada karena merugi," kata Asen.

Dijelaskan Asen, saat Indonesia khususnya Pulau Bangka masih menjadi pemasok lada nomor satu di dunia, apabila kondisi Pulau Bangka sedang mengalami musim kemarau panjang biasanya para pembeli dari Eropa banyak yang datang kesini untuk melihat kondisi kebun lada.

"Para pembeli lada di Eropa itu juga khawatir kalau kebun lada banyak mati sehingga pasokan lada jadi berkurang atau putus, hal ini sangat ditakutkan mereka. Tetapi sekarang ini yang pegang pasar lada dunia negara Vietnam, sehingga mereka tidak mau datang lagi ke Bangka," ungkap Asen.    (Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved