Berita Sungailiat

Bupati Bangka Minta Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi Dana Beasiswa, Tiap Tahun Kucurkan Rp 3 Milyar

Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, menegaskan bahwa dirinya tidak akan melindungi oknum pegawai yang terjerat korupsi.

BANGKAPOS.COM-- Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, menegaskan bahwa dirinya tidak akan melindungi oknum pegawai yang terjerat korupsi. 

Hal disampaikannya terkait kasus korupsi yang menjerat pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka RW alias Ros, yang resmi ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana beasiswa kepada para pelajar atau mahasiswa di Kabupaten Bangka.

Diduga perbuatan  RW telah merugikan negara sekitar Rp 600 juta yang saat ini menjadi tahanan kejaksaan.

Untuk itu Mulkan menyerahkan kepada Kejaksaan Negeri Bangka guna mengusut tuntas kasus tersebut.

"Intinya kita serahkan ke pihak berwajib perkembanganya apakah ada keterkaitan Beasiswa Utusan Daerah (BUD) silakan kita serahkan. Sya sampaikan tidak akan melindungi dan toleransi kepada ASN dan pegawai kontrak yang melakukan pelanggaran seperti Korupsi maupun Narkoba," ungkap Mulkan kepada Bangkapos.com, Jumat (20/9/2019) di  Hutan Kota Sungailiat.

Namun Mulkan menyatakan, kendati adanya kasus penyelewengan beasiswa pendidikan tersebut, tidak menyurutkan kebijakan Pemkab Bangka demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Bangka, sehingga pemerintah tetap akan menjalankan program beasiswa tersebut.

"Sampai saat ini masih tetap, dianggaran Rp 3 milyar, mahasiswa kita ada yang sekolah di Jambi, Bogor, Bandung, Jogyakarta, dan Bali juga ada, artinya ini hanya kesalahan oknumnya kenapa salah menggunakan dana itu, tetapi kita terus berikan anak-anak kita kesempatan untuk mendapatkan pendidikan," tegas Mulkan.

Komit Tingkatkan SDM

Mulkan mengatakan, Pemerintah Daerah saat ini sangat komit, untuk meningkatkan SDM di Kabupaten Bangka dengan harapan bisa memajukan pembangunan di daerah nantinya.

"Semua yang di biaya pemerintah daerah mereka pada saat di seleksi belum masuk, ada dilakukan seleksi dahulu baru mereka melaksanakan pendidikan diberikan Pemkab Bangka untuk biaya operasionalnya," jelas Mulkan.

Menurutnya, pengawasan pelaksanan kegiatan tersebut juga berada di dinas pendidikan yang setiap unitnya menjalankan program tersebut.

"Pengawasan ada di dinas terkait, ada tingkatan didalam unit program itu ada kelemahan bendahara ada suatu ketelodaran bendahara harus menyerahkanya, tetapi kedepan mungkin harus saling yakin dan percaya, jangan berprasangka yang buruk karena dana ini untuk anak-anak kita,"kata Mulkan.

Ia menegaskan bahwa, dana beasiswa tersebut harus tepat dengan sasaran, dan penerimanya juga memang benar mahasiswa yang membutuhkan.

"Yang penting bagaimana anak-anak ini untuk mencerdaskan kehidupan di Kabupaten Bangka, menjadikan kebanggan kita mengabadikan ke daerah kita. Ini regenerasi harus dipersiapkan, di sekolahkan mereka ada ingin mengabdi ke daerah kita. Ini supaya ingin membangun SDM, biar berkualitas, karena tanpa dukungan pemerintah tidak melaksanakan pendidikan ini, walau mereka punya kejeniusan tanpa ada dukungan secara finansial susah juga, jadi ini kita harapkan,"ungkap (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved