Berita Sungailiat

Warga Puding Sering Melihat Kabut Asap dan Mencium Bau Sisa Pembakaran Lahan

Johari (34) mengaku merasa banyaknya kabut asap di desanya sejak awal bulan lalu yang mulai sering terlihat.

Warga Puding Sering Melihat Kabut Asap dan Mencium Bau Sisa Pembakaran Lahan
Caption.IST/Har
Kebakaran lahan gambut di wilayah Payak Benua, Kecamatan Mendo Barat membuat kabut asap parah dan mengganggu jarak pandang yang hanya sekitar 10 meter, pada Sabtu (21/9/2019) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang warga Desa Puding Besar Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Johari (34) mengaku merasa banyaknya kabut asap di desanya sejak awal bulan lalu yang mulai sering terlihat.

Biasanya kabut asap tersebut nampak jelas di pagi hari dan dibarengi dengan bau sisa pembakaran lahan.

"Kami tidak tahu dari mana datangnya kabut asap tersebut. Mungkin sebagian ada juga sisa warga yang membuka lahan untuk perkebunan," ujar Johari kepada bangkapos.com, Sabtu (21/9/3019).

Johari mengaku cukup terganggu dengan kabut asap dan bau sisa pembakaran tersebut, apalagi katanya kalau mengendarai kendaraan bermotor.

Hal yang tak jauh berbeda diucapkan warga Puding Besar lainnya, Muhamad Ansori (41) dengan kabut asap dan bau sisa pembakaran di wilayah desanya.

" Malam-malam itu mulai sangat terasa bau sisa pembakaran, paginya kabut asap," ungkap Ansori.

Ia mengharapkan kondisi ini bisa segera diatasi oleh Dinas terkait agar warga yang berdampak asap dari kebakaran hutan tidak menerima dampakanya.

 Kabid Penanggulangan Bencana Sat Pol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Fauzi mengatakan dalam upaya menghadapi musim kemarau yang berdampak kekeringan mengakibatkan kebakaran hutan. Pemerintah Kabupaten bersama unsur Polri dan TNI telah membentuk tim yang terdiri dari semua unsur untuk mengatasi kebakaran ini.

"Pertama menghadapi musim kemarau dampaknya kebakaran hutan dan kekeringan yang difokuskan karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lebih luas dan asapnya kemana mana,"ungkap Ahmad Fauzi.

Ia menambahkan nanti tim tersebut terdiri dari beberapa Instansi, seperti Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Kehutanan, Damkar dan unsur yang berkaitan lainya.

"Tugas mereka 1 kali 12 jam stand by, bila ada terjadi kebakaran siap datang ke lokasi dengan didukung penuh anggaran dan sarana. Kemarin kita hasil pertemuan akan membentuk tim ini dan menyurati Bupati ,"lanjutnya.

(bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved