Berita Pangkalpinang

Hujan Buatan di Kalimantan dan Sumatera Dinilai Tak Akan Berdampak Siginfikan bagi Babel

Sabtu ini, 10.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif telah dikirim untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan.

Hujan Buatan di Kalimantan dan Sumatera Dinilai Tak Akan Berdampak Siginfikan bagi Babel
bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa, 

BANGKAPOS.COM - Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan, rencana BNPB melakukan modifikasi cuaca dengan hujan buatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak akan banyak berdampak pada kabut asap di Kepulauan Bangka Belitung.  

"Tidak akan ada pengaruh siginifikan. Karena asap di Babel mayoritas disebabkan kebakaran hutan dan lahan yang sifatnya lokal," kata Mikron, Minggu (22/9/2019).

Dikutip dari Kompas.com Sabtu (21/9/2019), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih akan melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibobwo mengatakan, operasi TMC dilakukan setelah BMKG mengirimkan informasi mengenai potensi awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera sebagai target penyemaian.

Sabtu ini, 10.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif telah dikirim untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan.

"Sedangkan untuk Riau, sebanyak 10.000 kilogram kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi. Diharapkan dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC ini bisa mebuat hujan turun lebih mudah," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/9/201).

Agus menambahkan, sejak Jumat (20/9/2019) kemarin, operasi TMC sudah dilakukan dengan menyebar 800 kilogram CaO di Kalimantan Barat, 1.500 kilogram di Kalimantan Tengah, dan 2.400 kilogram di Riau.

"Dan hujan turun di beberapa wilayah di Kalbar, Kalteng, Kalimantan Selatan, dan Riau," lanjut dia.

Terkait ini, Mikron menjelaskan, walau ada kemungkinan merupakan asap kiriman dari Kalimantan, kabut asap di Babel mayoritas disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Babel sendiri.  

Kebakaran hutan dan lahan di Babel sepekan terakhir hanya menyebabkan asap di beberapa desa sekitar lokasi karhutla, seperti wilayah Tanjungpura (Sungaiselan), Penyak (Bangka Tengah), dan Payabenua, Mendobarat sekitarnya.

Menurut Dinas Lingkangan Hidup, kata Miron, asap di beberapa desa tersebut memang tidak baik bagi kesehatan. Tetapi dipastikan kondisinya belum darurat.

Warga diimbau untuk menggunakan masker saat betaktivitas di luar rumah.

"Kabut asap ini tidak menyeluruh. Hanya di beberapa desa yang terdapat kebakaran hutan dan lahan. Dan menurut Dinas Lingkungan Hidup, asap ini memang tidak menyehatkan, tetapi belum sampai darurat. Masyarakat di sejumlah desa ini diharapkan menggunakan masker jika keluar rumah,"ucapnya.

Untuk di perairan,  Mikron menjelaskan, kabut asap saat ini tergollong tidak membahayakan bagi pelayaran. Pun demikian bagi aktivitas nelayan. "Kalau sampai enam mil masih ada asap, itu memang asap dari luar. Tapi sejauh ini masih aman untuk pelayaran baik transportasi dan nelayan," kata Mikron.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved